Khitanan Massal, GOW Didorong Jadi Agenda Tahunan di Lombok Timur
- 17 Jul 2026 05:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Menjelang pelaksanaan khitanan massal yang diinisiasi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur, Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan rasa syukur atas kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut. Dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati, Kamis 16 Juli 2026. Ia berharap khitanan massal ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan.
Wakil Bupati mengapresiasi sinergi yang terbangun antara GOW, Relawan Bangkit, Rumah Sakit Namira, Lotim Medical Center (LMC), BPJS Kesehatan, Baznas, serta instansi terkait lainnya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program sosial mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga mendorong GOW membangun kerja sama strategis dengan BPJS Kesehatan, khususnya dalam mendampingi masyarakat memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang telah disiapkan pemerintah.
"Ada program pemberdayaan dari BPJS Kesehatan yang perlu kita kawal dan bimbing bersama, agar pemanfaatan dana santunan yang sudah diberikan pemerintah tepat sasaran dan tidak habis begitu saja. Kita harus mencari pola pemanfaatan uang santunan yang paling efektif bagi masyarakat," ujar Edwin.
Kepada para tenaga medis yang bertugas, Wakil Bupati berpesan agar memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif, dan mampu menciptakan rasa nyaman bagi peserta maupun orang tua. Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi sejak awal pelayanan.
"Petugas wajib menyapa dan memperkenalkan diri dengan baik kepada orang tua anak-anak peserta khitan," katanya.
Selain itu, Edwin mengusulkan agar pelaksanaan khitanan massal ke depan diselaraskan dengan momentum tertentu. Seperti Hari Anak Nasional maupun bulan-bulan Hijriah yang memiliki nilai religius, sehingga gaung kegiatan semakin besar dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Lombok Timur Hj. Sri Mahyu Wardani Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengaku sempat pesimis kuota peserta akan cepat terpenuhi, namun antusiasme masyarakat justru melampaui perkiraan.
"Awalnya kami menduga kuota peserta baru akan terpenuhi dalam waktu tiga minggu. Namun luar biasa, begitu pamflet digital kegiatan ini disebarkan, hanya dalam waktu singkat yaitu empat hari, kuota awal sebanyak 50 anak langsung terpenuhi," ungkapnya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan yang akan dijadikan motivasi bagi GOW untuk menjadikan khitanan massal sebagai program tahunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 53 anak telah terdaftar sebagai peserta. Seluruh peserta juga menerima bingkisan dari panitia sebagai bentuk apresiasi dan perhatian kepada anak-anak yang mengikuti khitanan.
Khitanan massal tersebut menggunakan metode sunat modern yang kini banyak dipilih masyarakat karena dinilai lebih nyaman bagi anak maupun orang tua. Proses pembiusan dilakukan tanpa menggunakan jarum suntik sehingga mampu mengurangi rasa takut pada anak.
Tim medis membuka 10 meja tindakan secara paralel dengan waktu penanganan sekitar 10 hingga 15 menit untuk setiap peserta.Setelah tindakan selesai, peserta dibekali obat-obatan oral untuk perawatan di rumah.
Orang tua juga mendapatkan edukasi dan panduan tertulis mengenai perawatan luka sunat, sementara panitia menyiapkan saluran komunikasi siaga apabila diperlukan konsultasi pascatindakan. Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar medis guna menjamin keamanan dan kenyamanan peserta.
Kegiatan khitanan massal tersebut turut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BPJS Kesehatan, Baznas, direktur rumah sakit swasta mitra pelaksana, kepala puskesmas, serta keluarga pendamping peserta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....