Hipokondriasis, Kondisi saat Seseorang Merasa Memiliki Penyakit Parah

  • 15 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Tidak semua rasa khawatir terhadap kondisi kesehatan merupakan hal yang wajar. Pada sebagian orang, kekhawatiran tersebut dapat berkembang menjadi hipokondriasis atau illness anxiety disorder, yaitu gangguan kecemasan yang membuat penderitanya yakin sedang mengidap penyakit serius meskipun hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi tubuhnya normal.

Dikutip dari artikel Siloam Hospitals berjudul Hipokondriasis, Kondisi saat Seseorang Merasa Sakit Parah, penderita hipokondriasis sering kali menganggap sensasi tubuh yang sebenarnya normal, seperti otot berkedut, rasa lelah setelah beraktivitas, atau keluhan ringan lainnya, sebagai tanda penyakit berbahaya. Kondisi tersebut dapat memicu kecemasan berlebihan yang terus berulang.

Hipokondriasis terbagi menjadi dua jenis. Pertama, care seeking, yaitu kondisi ketika penderita berulang kali menjalani pemeriksaan kesehatan meskipun hasil sebelumnya menunjukkan tidak ada penyakit serius. Pemeriksaan dilakukan karena penderita merasa diagnosis dokter sebelumnya keliru atau belum menemukan penyakit yang sebenarnya.

Sementara itu, jenis kedua adalah care avoidant, yakni penderita justru menghindari pemeriksaan kesehatan karena takut hasilnya menunjukkan dirinya mengidap penyakit berat. Pada sebagian kasus, penderita juga merasa tidak percaya terhadap hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan.

Hingga saat ini, penyebab pasti hipokondriasis belum diketahui. Namun, sejumlah faktor diduga berperan dalam munculnya gangguan ini, di antaranya pola kepercayaan terhadap kesehatan, lingkungan dan pola asuh dalam keluarga, serta pengalaman buruk di masa lalu yang berkaitan dengan penyakit atau kondisi kesehatan.

Hipokondriasis bukan sekadar rasa khawatir biasa, melainkan gangguan kecemasan yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, apabila seseorang terus-menerus merasa cemas terhadap kondisi kesehatannya meskipun hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi normal, serta kecemasan tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog agar mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....