Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?
- 06 Jul 2026 17:37 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kebiasaan berolahraga secara rutin telah lama dikenal memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu berolahraga juga dapat memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh, mulai dari kualitas tidur, berat badan, hingga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports oleh Nature Portfolio melibatkan 58 pria sehat berusia 18 hingga 28 tahun. Selama 12 minggu, para peserta dibagi ke dalam kelompok yang berolahraga pada pagi hari pukul 06.00–08.00, kelompok yang berolahraga pada malam hari pukul 18.00–20.00 dan kelompok yang tidak melakukan olahraga sama sekali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga pada pagi hari lebih efektif membantu menurunkan berat badan. Penurunan lemak tubuh pada kelompok ini mulai terlihat sejak minggu keempat, lebih cepat dibandingkan kelompok yang berolahraga pada malam hari yang baru menunjukkan perubahan pada minggu kedelapan.
Selain membantu mengurangi lemak tubuh, olahraga pagi juga berkontribusi terhadap penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida dalam darah. Peneliti menilai aktivitas fisik pada pagi hari dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kesehatan metabolisme sekaligus menjaga berat badan ideal.
Tak hanya itu, olahraga pagi juga diketahui membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Peserta penelitian cenderung lebih cepat mengantuk pada malam hari, bangun lebih awal, serta mengalami percepatan produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.
Sementara itu, olahraga pada malam hari memberikan manfaat yang berbeda. Penelitian menemukan adanya peningkatan fungsi pembuluh darah yang lebih baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan pembuluh darah untuk melebar dan mengalirkan darah secara optimal.
| Baca juga: Mengapa Pria Jarang Memilih Olahraga Yoga |
Kelompok yang berolahraga pada malam hari juga mengalami penurunan tekanan darah sistolik yang lebih besar dibandingkan kelompok pagi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa olahraga pada waktu tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan jantung dan sistem peredaran darah.
Meski memiliki manfaat yang berbeda, kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan kualitas tidur. Para peserta lebih mudah terlelap, memiliki kualitas tidur yang lebih baik, serta mengalami penurunan detak jantung saat beristirahat yang menandakan peningkatan kebugaran kardiovaskular.
Sebaliknya, kelompok peserta yang tidak melakukan olahraga selama masa penelitian tidak menunjukkan perubahan berarti pada berbagai indikator kesehatan. Temuan ini memperkuat pentingnya aktivitas fisik secara rutin dalam menjaga kebugaran tubuh.
Peneliti menegaskan bahwa tidak ada waktu olahraga yang dapat dikatakan paling baik untuk semua orang. Olahraga pagi maupun malam sama-sama memberikan manfaat kesehatan, dengan keunggulan yang berbeda sesuai tujuan masing-masing. Oleh karena itu, konsistensi dalam berolahraga tetap menjadi faktor utama untuk memperoleh manfaat kesehatan dalam jangka panjang.
Meski demikian, penelitian ini masih terbatas pada pria dewasa muda dengan kondisi tubuh sehat. Peneliti berharap penelitian selanjutnya dapat melibatkan kelompok usia yang lebih beragam, perempuan, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu agar hasilnya dapat diterapkan secara lebih luas.
Sumber: Shen, B., Zheng, H., Liu, H., Chen, L., & Yang, G. (2025). Differential benefits of 12-week morning vs. evening aerobic exercise on sleep and cardiometabolic health: a randomized controlled trial. Scientific Reports, 15, 18298.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....