Mengapa Pria Jarang Memilih Olahraga Yoga
- 19 Jun 2026 09:32 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Fenomena rendahnya partisipasi laki-laki dalam olahraga yoga masih kerap ditemukan di berbagai daerah, termasuk di Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, hingga persepsi terhadap jenis olahraga tertentu.
Secara umum, yoga sering diasosiasikan dengan aktivitas yang menekankan fleksibilitas, ketenangan, dan keseimbangan emosional. Stereotip ini membuat sebagian laki-laki menganggap yoga kurang sesuai dengan citra maskulinitas yang identik dengan kekuatan fisik.
Dalam kajian Psikologi Sosial, norma gender berperan besar dalam membentuk preferensi aktivitas fisik seseorang. Laki-laki cenderung memilih olahraga yang dianggap memperkuat citra maskulin di lingkungan sosialnya.
Padahal, penelitian menunjukkan bahwa yoga memiliki manfaat luas bagi kesehatan pria, termasuk meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas. Selain itu, praktik yoga juga terbukti membantu mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan mental.
| Baca juga: Merawat Pikiran Tetap Positive Vibes |
Dikutip dari laman Harvard Health Publishing pada Jumat, 19 Juni 2026, yoga dapat membantu meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh. Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa yoga berkontribusi pada kesehatan jantung serta membantu pengelolaan stres.
Namun, hambatan sosial masih menjadi faktor dominan yang membuat laki-laki enggan mencoba yoga. Lingkungan pergaulan seringkali membentuk persepsi bahwa olahraga seperti angkat beban atau sepak bola lebih sesuai dengan identitas laki-laki.
Kurangnya edukasi juga turut memperkuat kesalahpahaman tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat yoga, diharapkan semakin banyak laki-laki yang terbuka untuk menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....