Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Suplemen Vitamin C?

  • 19 Jun 2026 09:18 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, membantu pembentukan kolagen, serta meningkatkan penyerapan zat besi. Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi maupun menyimpan vitamin C dalam jumlah besar, kebutuhan hariannya perlu dipenuhi secara rutin melalui makanan maupun suplemen.

Secara umum, suplemen vitamin C dapat dikonsumsi kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari. Namun, sejumlah ahli gizi merekomendasikan konsumsi pada pagi atau siang hari setelah makan agar penyerapannya lebih optimal sekaligus mengurangi risiko gangguan lambung yang dapat muncul pada sebagian orang yang sensitif terhadap suplemen.

Menurut National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, kebutuhan vitamin C harian orang dewasa berkisar antara 75 miligram untuk perempuan dan 90 miligram untuk laki-laki. Konsumsi vitamin C bersama makanan yang mengandung zat besi, seperti daging merah, ikan, atau sayuran hijau, juga diketahui dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme yang berasal dari tumbuhan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 1989 oleh Dr. Hallberg dan tim dari Universitas Gothenburg, Swedia, menemukan bahwa pemberian 50 hingga 100 miligram vitamin C dalam satu kali makan mampu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme hingga dua sampai tiga kali lipat. Temuan tersebut menjadikan vitamin C sebagai salah satu nutrisi penting bagi individu yang rentan mengalami kekurangan zat besi.

Beberapa ahli juga menyarankan agar konsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi dibagi menjadi dua kali sehari dibandingkan dikonsumsi sekaligus. Hal ini karena vitamin C termasuk vitamin yang larut dalam air sehingga kelebihan jumlahnya akan dikeluarkan melalui urine dan tidak disimpan dalam tubuh dalam waktu lama.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2008 oleh Dr. Mark Levine dan tim dari National Institutes of Health menunjukkan bahwa kadar vitamin C dalam darah cenderung lebih stabil apabila asupannya dibagi menjadi beberapa kali konsumsi dalam sehari. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu mempertahankan ketersediaan vitamin C di dalam tubuh secara lebih konsisten dibandingkan mengonsumsi dosis besar sekaligus.

Meski tergolong aman, konsumsi vitamin C tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan tidak melebihi batas atas yang direkomendasikan, yakni 2.000 miligram per hari untuk orang dewasa. Apabila memiliki riwayat batu ginjal, gangguan ginjal, atau sedang menjalani pengobatan tertentu, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi suplemen vitamin C agar manfaat yang diperoleh tetap optimal dan aman bagi kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....