Insomnia Bukan Sekadar Susah Tidur, Kenali Dampaknya

  • 06 Jul 2026 15:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dianggap sebagai kondisi sulit tidur biasa. Padahal, gangguan ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang apabila berlangsung secara terus-menerus. Karena itu, masyarakat perlu memahami penyebab, jenis, hingga cara mencegah insomnia agar tidak berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bandung, dr. Sri Mulyani, menjelaskan bahwa insomnia adalah gangguan yang membuat seseorang sulit memulai tidur atau tidak mendapatkan tidur yang nyenyak. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti stres, kebiasaan atau pola tidur yang tidak teratur, penyakit tertentu, hingga gaya hidup yang kurang sehat.

"Kalaupun dia bisa tidur, dia nggak nyenyak tidurnya. Jadi, gangguan tidur yang disebabkan oleh beberapa sebab, bisa disebabkan oleh stres, pola tidur yang salah, penyakit tertentu, maupun gaya hidup," ujar dr. Sri Mulyani kepada RRI, Senin 6 Juli. 2026.

Menurutnya, insomnia terbagi menjadi dua jenis, yakni insomnia akut dan insomnia kronis. Insomnia akut umumnya terjadi sesekali dan berlangsung kurang dari satu bulan, biasanya dipicu oleh perubahan suasana. Sementara itu, insomnia kronis berlangsung lebih dari tiga bulan dan dapat terus berlanjut hingga mengganggu kualitas hidup sehingga memerlukan penanganan khusus.

Untuk mengurangi risiko insomnia, masyarakat disarankan menerapkan pola tidur yang disiplin. Salah satunya dengan tidur pada waktu yang sama setiap hari serta menghentikan penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum waktu tidur. Selain itu, setiap orang juga perlu mampu mengatur prioritas agar waktu istirahat tidak terganggu oleh berbagai aktivitas.

"Seseorang itu harus mulai berkonsultasi dengan dokter pada saat insomnia ini sudah mengganggu kualitas hidup dia. Entah itu berpengaruh terhadap konsentrasi, kondisi mental, stres, atau kelelahan yang berlebihan," jelasnya.

Dr. Sri Mulyani menambahkan bahwa tidur malam merupakan waktu istirahat terbaik bagi tubuh karena secara alami tubuh dirancang untuk beristirahat pada malam hari. "Tidur yang baik dan berkualitas itu adalah pada saat malam hari. Tidur siang itu hanya untuk istirahat sebentar saja, maksimal nggak lebih dari satu jam ya," tambahnya.

Ia mengingatkan, insomnia yang tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental serta menurunkan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mulai menerapkan pola tidur yang sehat, disiplin, dan konsisten agar tubuh tetap bugar serta aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....