Loss Aversion, Faktor Psikologis yang Membuat Orang Sulit Bangkit
- 03 Jul 2026 15:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Memulai kembali suatu langkah setelah mengalami kegagalan, kehilangan pekerjaan, atau rusaknya hubungan interpersonal sering kali terasa jauh lebih berat dibandingkan saat pertama kali merintisnya. Beban emosional negatif dari sebuah kejatuhan dinilai menjadi faktor utama penahan keberanian seseorang untuk bangkit.
Pernyataan tersebut dipaparkan oleh psikolog Imam Faisal H.,S.Psi.,M.A., dalam program Ruang Psikologi, pada Senin, (29/6/2026). Menurut Imam, fenomena sulitnya bangkit ini secara psikologis berkaitan dengan konsep loss aversion, yakni kondisi di mana rasa sakit akibat kehilangan dinilai dua kali lipat lebih intens dibanding kebahagiaan saat mendapatkan sesuatu.
"Kehilangan sesuatu itu jauh lebih menyakitkan gitu ya, dibandingkan kita itu mendapatkan sesuatu yang sama... Kehilangan pekerjaan itu jauh lebih menyakitkan gitu lah intinya daripada kemudian kita itu pertama kali mendaftar. Nah, sehingga ketika kemudian kita ingin memulai kembali, gitu ya akhirnya butuh effort, butuh usaha untuk memulainya lagi," ujar Imam.
Guna mengatasi hambatan psikologis seperti trauma dan rasa takut gagal kembali, Imam menekankan pentingnya langkah awal berupa penerimaan diri (acceptance). Seseorang harus berani mengakui luka atau kegagalan yang dialami tanpa bersikap menyangkal agar proses pemulihan mental dapat berjalan.
Setelah fase penerimaan, tahapan krusial berikutnya adalah mengubah pola pikir (mindset) dari yang kaku (fixed mindset) menjadi pola pikir bertumbuh (growth mindset). Imam menyarankan penerapan experimental mindset, yaitu cara pandang yang mengolah seluruh kegagalan masa lalu murni sebagai data pembelajaran, bukan sebagai akhir dari kapabilitas diri.
Langkah praktis yang dapat dilakukan adalah mulai mengeksekusi rencana dari hal-hal sederhana yang bisa dilakukan secara konsisten. Selain itu, penting untuk membangun motivasi internal melalui ibadah dan literasi, serta mencari dukungan dari komunitas positif apabila lingkungan terdekat dirasa kurang suportif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....