Pemulihan Pascabencana Cisarua melalui Edukasi Sains dan Psikososial
- 25 Jun 2026 10:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Tim Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan, Pendidikan, dan Psikososial Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB menggelar kegiatan edukasi sains dan psikososial. Itu bagi siswa terdampak bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang berlangsung di SDN Karya Bakti dan MTs Al-Amin, Desa Pasirlangu, ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat skema Top Down DPMK ITB untuk mendukung pemulihan pascabencana longsor yang terjadi pada awal 2026. Program tersebut melibatkan sekitar 80 siswa dari jenjang sekolah dasar dan madrasah tsanawiyah beserta guru pendamping.
Melalui pendekatan berbasis sains, seni, dan desain, kegiatan ini bertujuan menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan sekaligus mendukung pemulihan psikososial peserta didik yang terdampak bencana. Kegiatan dipandu oleh dosen dan mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, yakni Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si., Dr. Getbogi Hikmawan, M.Si., Dr. Alvanov Zpalanzani Mansoor, M.M., dan Dr. Hendy Nansha, M.Sn., M.H.
Berbagai aktivitas interaktif diperkenalkan kepada siswa melalui demonstrasi dan praktik sederhana yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Materi yang disampaikan meliputi percobaan kimia sederhana, demonstrasi konsep fisika, serta edukasi psikososial berbasis permainan (boardgame). Seperti juga dilansir laman resmi ITB, Rabu 24 Juni 2026.
Pada sesi kimia, siswa diajak melakukan sejumlah eksperimen sederhana menggunakan bahan sehari-hari, seperti pembuatan balon hidrogen, pesan rahasia berbasis indikator asam-basa, serta simulasi gunung berapi. Kegiatan ini dirancang untuk menunjukkan bahwa pembelajaran sains dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada indikator pH alami yang berasal dari tanaman seperti kol ungu dan bunga sepatu. Melalui percobaan tersebut, siswa dapat mengamati perubahan warna sebagai respons terhadap tingkat keasaman dan kebasaan suatu larutan.
Sementara itu, pada sesi fisika, tim memperkenalkan konsep-konsep dasar melalui demonstrasi bertajuk “Menjadi Orang ‘Sakti’ karena Fisika”. Demonstrasi tersebut meliputi menggerakkan sedotan tanpa menyentuh menggunakan listrik statis, mengembangkan balon dengan prinsip termodinamika, serta mendorong air masuk ke dalam gelas melalui perbedaan tekanan udara.
Pendekatan pembelajaran yang interaktif ini diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap sains sekaligus menjadi sarana hiburan edukatif dalam masa pemulihan pascabencana. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman konsep ilmiah, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan.
Aspek pemulihan psikososial turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Tim FSRD ITB menghadirkan edukasi melalui boardgame yang dirancang untuk melatih kemampuan berhitung, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mengembangkan konsentrasi dan interaksi sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....