Paparan Sinar Matahari, dan Kulit Hitam
- 23 Jun 2026 09:45 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kulit hitam dibandingkan dengan kulit putih, biasanya di anggap lebih tahan terhadap dampak paparan sinar matahari, karena kandungan melanin epidermisnya. Namun bukti ilmiah terbaru menunjukan bahwa kulit hitam tidak sepenuhnya kebal terhadap sinar matahari. Baik dilihat dari data klinis maupun eksperimental telah melaporkan efek yang ditimbulkan sinar matahari pada kulit hitam.
Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan hiperpigmentasi dan manifestasi penuaan dini akibat sinar matahari. Banyak orang bertanya, apakah kulit hitam karena matahari bisa putih kembali ke warna aslinya. Secara medis kulit yang menggelap akibat sinar matahari dapat kembali ke warna semula atau warna kulit asli yang tidak terpapar matahari.
| Baca juga: Mengenal Manfaat Gulma "Peporomia Pellucida" |
Namun proses ini tidak terjadi secara instan, karena sangat bergantung pada siklus regenerasi sel kulit manusia. Dimana fokus utama dalam proses ini adalah perlindungan dari paparan UV lebih lanjut dan percepatan pergantian sel kulit. Siklus regenerasi kulit manusia rata rata berlangsung selama 28 - 30 hari. Sedangkan proses untuk mengembalikan warna kulit asli memerlukan siklus regenerasi penuh.
Kedisiplinan dalam merawat kulit selama masa regenerasi sangat menentukan. Karena tanpa perlindungan yang memadai sel sel baru yang tumbuh akan kembali terpapar sinar UV dan memicu produksi melanin baru. Oleh karena itu menjaga kestabilan kondisi kulit selama masa pemulihan juga sangatlah penting untuk mencapai warna kulit yang merata.
| Baca juga: Manfaat Air Lemon Hangat di Pagi Hari |
Pemeriksaan kondisi kulit secara berkala juga penting di lakukan untuk memantau jika ada perubahan warna kehitaman yang muncul. Adakalanya untukdi konsultasikan dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. (ELB/YPA)
Sumber berita : halodoc.com
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....