Kisah Har Air Mata Abet Melahirkan Carlin Farma KUPANG — Tak
- 31 Mei 2026 20:55 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang — Tak banyak yang mengetahui bahwa di balik berdirinya Apotek Carlin Farma Bello tersimpan kisah perjuangan, kehilangan, dan cinta seorang ayah yang begitu mendalam.
Obetnego Tuan, atau yang akrab disapa Abet Tuan, tidak lahir sebagai pengusaha sukses. Ia memulai segalanya dari bawah sebagai sales obat yang setiap hari berkeliling menawarkan produk farmasi ke berbagai tempat di Kota Kupang. Dari pekerjaan sederhana itu, ia perlahan mengenal dunia kesehatan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat akan layanan obat yang terjangkau.
Namun jalan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Keterbatasan modal, pengalaman usaha yang minim, hingga berbagai tantangan hidup pernah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya. Di tengah perjuangan tersebut, Abet juga harus menghadapi kenyataan pahit yang mengubah hidupnya selamanya: kehilangan seorang putra tercinta.
Duka itu tidak membuatnya berhenti. Justru dari luka yang mendalam, Abet menemukan alasan untuk terus melangkah.
Saat akhirnya berhasil mendirikan apotek impiannya, ia memilih nama yang tidak biasa. Nama itu bukan hasil rapat bisnis atau strategi pemasaran, melainkan lahir dari kerinduan seorang ayah.
"Carlin" adalah nama putranya yang telah lebih dulu berpulang.
| Baca juga: Mentimun Kaya Khasiat untuk Kesehatan |
Setiap huruf pada papan nama Apotek Carlin Farma menyimpan kenangan yang tidak pernah hilang dari hati Abet. Nama itu menjadi cara sederhana untuk menjaga agar sosok sang anak tetap hidup dalam ingatan keluarga dan masyarakat.
Ketika menceritakan kisah tersebut, mata Abet tampak berkaca-kaca. Suaranya beberapa kali bergetar menahan emosi.
"Nama Carlin bukan sekadar nama usaha. Ini adalah kenangan dan cinta kami kepada anak yang sudah mendahului kami," ujarnya pelan.
Kini, apotek yang berdiri di Kelurahan Bello itu bukan hanya tempat masyarakat membeli obat. Bagi keluarga Abet, bangunan tersebut menjadi monumen cinta yang lahir dari perjuangan dan kehilangan.
Yang membuat kisah ini semakin menyentuh, pengelolaan apotek kini dipercayakan kepada kedua putrinya. Mereka melanjutkan usaha yang dirintis sang ayah, sementara Abet fokus mengembangkan bisnis lain yang juga tumbuh pesat. Meski demikian, ia tetap memastikan nilai-nilai pelayanan dan kepedulian sosial tetap menjadi ruh Carlin Farma.
Sabtu (30/5/2026), apotek tersebut menggelar pengobatan gratis bagi 100 warga. Kegiatan itu menjadi bentuk syukur sekaligus komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat.
Dari seorang sales obat menjadi pemilik apotek, perjalanan Abet Tuan memang layak disebut sebagai kisah inspiratif. Namun lebih dari itu, Carlin Farma adalah cerita tentang seorang ayah yang mengubah kesedihan menjadi harapan, mengubah kehilangan menjadi pelayanan, dan menjadikan cinta kepada anaknya sebagai warisan yang terus hidup bagi banyak orang.
Di tengah hiruk-pikuk dunia usaha, kisah Abet mengingatkan bahwa terkadang bisnis terbesar tidak dibangun hanya dengan modal dan strategi, melainkan dengan hati yang pernah patah namun memilih untuk tetap berbagi manfaat kepada sesama. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....