Mengenal Hantavirus dan Cara Mencegah Penularannya Dari Tikus ke Manusia

  • 12 Mei 2026 20:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus yang dapat menular dari tikus ke manusia. Infeksi ini bersumber dari tikus sawah maupun tikus rumah yang membawa virus dan dapat menyebar melalui beberapa mekanisme lingkungan. Mengenali pola penyebaran dan gejala awal menjadi langkah krusial agar masyarakat dapat melakukan tindakan preventif secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Proses penularan yang paling umum terjadi adalah melalui udara atau inhalasi saat seseorang menghirup partikel debu yang terkontaminasi," tulis Dinas Kesehatan dalam panduan edukasinya melalui akun instagram @jayaraya1708.

Selain melalui udara, virus ini juga dapat menular lewat kontak langsung dengan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. Meskipun jarang terjadi, gigitan tikus juga menjadi salah satu jalur transmisi yang harus diwaspadai oleh warga saat beraktivitas di area yang rawan menjadi sarang tikus.

Gambar: Akun Instagram @Jayaraya1708

Masyarakat perlu mengenali beberapa gejala umum yang muncul jika terpapar Hantavirus guna mendapatkan penanganan medis sedini mungkin. Gejala yang sering dilaporkan meliputi sesak napas, demam, nyeri otot yang signifikan, serta rasa kelelahan yang berlebihan dan batuk. Deteksi dini terhadap gejala-gejala tersebut sangat penting untuk mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius bagi penderita.

Sebagai langkah pencegahan utama, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Masyarakat diminta untuk rutin menutup lubang-lubang yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus ke dalam bangunan atau rumah tinggal. Selain itu, penggunaan masker sangat disarankan saat sedang membersihkan area yang berdebu untuk menghindari risiko terhirupnya virus yang mungkin terbawa oleh partikel udara.

Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya menghindari kontak langsung dengan tikus liar dalam situasi apa pun demi keamanan kesehatan. Penggunaan sarung tangan dan alat pelindung saat menangani area yang dicurigai sebagai tempat bersarangnya tikus dapat meminimalisir risiko terpapar kotoran atau urine hewan tersebut. Edukasi mengenai kebersihan lingkungan ini diharapkan dapat menekan angka potensi penyebaran virus di pemukiman padat penduduk maupun area pertanian.

Gambar: Akun Instagram @puskesmasrajabasaindah

Melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten, risiko penularan Hantavirus di tengah masyarakat diyakini dapat diminimalisir secara efektif. Sinergi antara kewaspadaan individu dan menjaga kebersihan publik merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit zoonosis. Dengan informasi yang akurat dan tindakan preventif yang tepat, kesehatan masyarakat dapat terus terjaga dari potensi wabah yang bersumber dari hewan pengerat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....