Pusrehabkeshan Kemhan Buka Program Return To Combat Angkatan Ketujuh

  • 07 Mei 2026 18:02 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pusat Rehabilitasi Kesehatan Pertahanan (Pusrehabkeshan) Kementerian Pertahanan resmi membuka Rehabilitasi Medik Paripurna Return to Combat (RTC) Angkatan VII Tahun Anggaran 2026 di Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis 7 Mei 2026. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pemulihan prajurit TNI pasca mengalami cedera saat menjalankan tugas negara.

Kegiatan pembukaan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Kapusrehabkeshan Kemhan Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes., Sp.OT., Subsp.P.L.(K) melalui prosesi penyematan tanda siswa kepada para peserta program RTC. Momentum tersebut menandai dimulainya proses rehabilitasi terpadu yang dirancang khusus untuk membantu prajurit kembali pulih secara fisik maupun mental.

Program Return to Combat merupakan rehabilitasi medik komprehensif yang menggabungkan terapi fisik, latihan kebugaran, pemulihan psikologis, hingga penguatan kemampuan tempur. Program ini bertujuan agar prajurit yang mengalami cedera dapat kembali memiliki kesiapan optimal dalam menjalankan tugas pertahanan dan keamanan negara.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan profesional yang terdiri dari dokter spesialis, fisioterapis, psikolog, hingga instruktur kebugaran militer. Selain itu, fasilitas rehabilitasi modern dan teknologi penunjang terapi juga dimanfaatkan guna mempercepat proses pemulihan peserta secara maksimal.

Pusrehabkeshan Kemhan menilai program RTC memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia prajurit TNI. Tidak hanya fokus pada penyembuhan cedera, program ini juga membangun kembali rasa percaya diri, disiplin, dan semangat juang para peserta agar siap kembali bertugas di lapangan.

Seiring perkembangan tantangan tugas militer yang semakin kompleks, kebutuhan terhadap sistem rehabilitasi terpadu bagi prajurit menjadi semakin penting. Karena itu, Kemhan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan pertahanan melalui inovasi program rehabilitasi yang terukur, profesional, dan berstandar modern.

Melalui Rehabilitasi Medik Paripurna Return to Combat Angkatan VII TA 2026, diharapkan seluruh peserta mampu kembali sehat, tangguh, dan memiliki kesiapan tempur yang optimal. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kementerian Pertahanan dalam memberikan perhatian penuh terhadap kesejahteraan dan kesiapan prajurit TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....