Dinkes DKI Imbau Masyarakat Waspada Dampak Fenomena El Nino

  • 30 Apr 2026 22:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi secara ekstrem. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan peningkatan suhu udara yang signifikan menjadi salah satu risiko utama selama periode El Nino. “Suhu tinggi dapat meningkatkan potensi heatstroke, dehidrasi, serta memperburuk penyakit kronis seperti gangguan jantung dan paru,” ujar Ani, di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Menurut Ani, tak hanya suhu panas, penurunan kualitas udara juga menjadi perhatian. Ani menjelaskan bahwa meningkatnya partikulat halus di udara dapat memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Kondisi ini memperbesar risiko gangguan pernapasan, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi.

Ia menambahkan, kemarau panjang yang menyertai El Nino turut memperparah pencemaran udara. Dampaknya, masyarakat lebih rentan mengalami penyakit seperti asma dan gangguan saluran pernapasan lainnya. Selain itu, kondisi udara kering juga dapat memicu masalah kesehatan kulit.

Menurut Ani, suhu tinggi yang disertai kelembapan rendah membuat kulit lebih mudah kering dan iritasi. Oleh karena itu, perlindungan terhadap paparan sinar matahari menjadi hal penting selama periode cuaca ekstrem ini.

“Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh guna menghindari dehidrasi. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga disarankan untuk meminimalkan paparan polusi udara,” ujarnya.

Selain itu, warga diminta membatasi aktivitas luar ruangan, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB saat suhu berada pada titik tertinggi. Penggunaan pelindung diri seperti topi, payung, serta tabir surya dengan SPF tinggi juga dianjurkan untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet.

Ani mengingatkan pentingnya memantau informasi cuaca terkini melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Informasi tersebut dinilai krusial agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan cuaca dan mengambil langkah perlindungan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....