Waspada Bahaya Kesehatan di Balik Lontong Plastik yang Menggiurkan

  • 30 Apr 2026 21:24 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Lontong merupakan salah satu makanan pokok favorit masyarakat Indonesia, namun belakangan ini penggunaan plastik sebagai pengganti daun pisang dalam proses perebusan memicu kekhawatiran serius di kalangan ahli kesehatan. Banyak pedagang maupun rumah tangga memilih plastik karena dianggap lebih praktis dan ekonomis. Sayangnya, kemudahan ini menyimpan risiko tersembunyi karena tidak semua jenis plastik aman jika terpapar suhu tinggi dalam waktu yang lama.

Risiko utama berasal dari perpindahan zat kimia berbahaya, seperti Bisphenol A (BPA) dan ftalat, dari plastik ke dalam nasi saat proses perebusan berlangsung. Zat-zat ini bersifat karsinogenik, yang berarti jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang, dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Suhu air mendidih yang mencapai 100°C menjadi katalisator utama yang mempercepat luruhnya partikel mikroplastik dan senyawa kimia tersebut ke dalam makanan.

Selain risiko kanker, para ahli medis juga memperingatkan adanya gangguan sistem hormon dan reproduksi akibat paparan senyawa kimia dari plastik panas. Zat tersebut dapat meniru hormon alami dalam tubuh dan mengganggu keseimbangan metabolisme, yang pada kasus ekstrem dapat berdampak buruk pada pertumbuhan anak-anak dan kesuburan orang dewasa. Meskipun ada jenis plastik tertentu yang diklaim tahan panas, sebagian besar plastik yang ditemui di pasar tradisional bukanlah kategori food grade yang dirancang untuk suhu mendidih.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat sangat disarankan untuk kembali menggunakan cara tradisional, yaitu membungkus lontong dengan daun pisang. Selain memberikan aroma yang lebih sedap dan alami, daun pisang jauh lebih aman bagi tubuh karena tidak mengandung bahan kimia sintetis. Mengutamakan kesehatan jangka panjang jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar kepraktisan sesaat dalam proses memasak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....