Kebiasaan Lewatkan Sarapan Picu Risiko Sindrom Metabolik
- 13 Apr 2026 08:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebiasaan melewatkan sarapan ternyata dapat berdampak serius terhadap kesehatan tubuh. Hal ini terutama berkaitan dengan meningkatnya risiko sindrom metabolik yang kini banyak dialami masyarakat.
Mengutip dari Harvard Health Publishing, sarapan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme sejak pagi hari. Melewatkannya justru dapat memicu gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Sindrom metabolik sendiri merupakan kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit serius. Kondisi ini meliputi tekanan darah tinggi, kadar gula darah meningkat, lemak berlebih di perut, trigliserida tinggi, serta kolesterol baik yang rendah.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sekitar satu dari tiga orang dewasa mengalami sindrom metabolik. Angka ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan ini cukup umum dan perlu mendapat perhatian serius.
Penelitian yang menggabungkan data dari berbagai studi menemukan adanya kaitan antara kebiasaan tidak sarapan dan peningkatan risiko sindrom metabolik. Risiko tersebut disebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan mereka yang rutin sarapan.
Tak hanya itu, kebiasaan melewatkan sarapan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko pada masing-masing komponen sindrom metabolik. Artinya, dampaknya tidak hanya pada satu aspek, tetapi menyeluruh pada kondisi tubuh.
Temuan ini memperkuat pentingnya membangun kebiasaan sarapan secara teratur setiap hari. Dengan pola makan yang lebih disiplin, risiko gangguan metabolisme dapat ditekan dan kesehatan tubuh lebih terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....