Jangan Biasakan Berbuka Puasa Dengan Gorengan!
- 16 Mar 2026 15:28 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID , Mataram - Bagi banyak orang, gorengan seperti bakwan, tempe goreng, atau risol sering menjadi menu favorit saat berbuka puasa. Aroma gurih yang menggoda dan rasanya yang renyah membuat makanan ini sulit dilewatkan ketika azan magrib berkumandang. Namun, kebiasaan langsung menyantap gorengan saat berbuka sebenarnya kurang ideal bagi tubuh yang baru saja menjalani puasa seharian.
Setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari, kondisi tubuh mengalami beberapa perubahan. Lambung berada dalam keadaan kosong, kadar gula darah menurun, dan sistem pencernaan cenderung bekerja lebih lambat. Dalam kondisi seperti ini, makanan pertama yang masuk ke tubuh sebaiknya ringan dan mudah dicerna agar sistem pencernaan dapat beradaptasi kembali secara perlahan.
Dilansir dari laman Labcito.co.id, gorengan umumnya memiliki kandungan lemak dan kalori yang cukup tinggi, tetapi rendah serat serta protein. Jika dikonsumsi saat perut masih kosong, makanan ini dapat membuat lambung bekerja lebih keras untuk mencernanya. Akibatnya, sebagian orang dapat merasakan keluhan seperti perut terasa penuh, kembung, hingga meningkatnya risiko asam lambung setelah berbuka puasa.
Sementara itu, dalam artikel yang dimuat di situs Anar Allidina Nutrition dijelaskan bahwa makanan yang digoreng biasanya dimasak menggunakan minyak yang dipanaskan pada suhu tinggi. Proses ini dapat mengubah struktur lemak dan meningkatkan kandungan kalori dalam makanan. Selain itu, gorengan yang terbuat dari tepung olahan cenderung rendah serat sehingga lebih cepat meningkatkan kadar gula darah. Kombinasi lemak tinggi dan karbohidrat olahan ini dapat membuat tubuh terasa cepat lelah setelah makan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Sebagai pilihan yang lebih ramah bagi tubuh, berdasarkan saran dari Youtube chanel DienandMey, dijelaskan berbuka puasa dapat dimulai dengan air putih dan beberapa butir kurma untuk membantu mengembalikan energi secara bertahap. Buah-buahan segar juga dapat menjadi pilihan karena mengandung air, vitamin, dan serat yang baik bagi tubuh. Makanan berkuah seperti sup juga sering dianjurkan karena teksturnya lembut dan lebih mudah dicerna oleh lambung setelah seharian kosong.
Gorengan sebenarnya tidak harus dihindari sepenuhnya selama Ramadan. Namun, akan lebih baik jika menjadikannya sebagai makanan pelengkap setelah makanan utama, bukan sebagai hidangan pertama saat berbuka. Dengan memulai buka puasa dari makanan yang ringan dan bergizi, tubuh dapat beradaptasi secara lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa. (RRI/Aldi W)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....