Kolaborasi Rutin dengan Puskesmas, SMAN 3 Mataram Perkuat Layanan Kesehatan Siswa

  • 28 Feb 2026 01:00 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, S.Pd., menegaskan bahwa layanan kesehatan siswa merupakan program berkelanjutan yang tidak terbatas pada momen tertentu. Ia menyebut perhatian terhadap kondisi fisik peserta didik menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.

Menurutnya, kesehatan dan proses belajar memiliki keterkaitan langsung. Ketika kondisi siswa terjaga, efektivitas pembelajaran di kelas pun dapat berlangsung optimal.

SMAN 3 Mataram secara rutin menjalin kolaborasi dengan puskesmas setempat melalui Unit Kesehatan Sekolah dan Palang Merah Remaja. Sinergi ini sudah berjalan dalam berbagai agenda pemeriksaan dan edukasi kesehatan.

“Anak-anak PMR kami aktif berkoordinasi dengan puskesmas. Biasanya mereka datang untuk kegiatan yang memang sudah dijadwalkan,” ungkapnya, Minggu 28 Februari 2026.

Salah satu program yang konsisten dilakukan adalah pembagian tablet tambah darah bagi siswi. Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk mencegah anemia pada remaja putri.

“Vitamin tambah darah untuk anak-anak perempuan memang rutin dibagikan. Itu bagian dari perhatian kami terhadap kesehatan mereka,” jelasnya.

Selain suplementasi, sekolah juga beberapa kali memfasilitasi cek kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, konsultasi ringan, hingga kegiatan donor darah pada momentum tertentu.

“Kami pernah mengadakan cek kesehatan gratis dan donor darah saat ulang tahun sekolah. Kegiatan seperti itu responsnya selalu positif,” katanya.

Kerja sama juga mencakup pemantauan lingkungan sekolah, terutama saat musim hujan. Puskesmas memberikan pendampingan untuk mencegah potensi penyakit seperti demam berdarah.

Edukasi mengenai kebersihan dan pola hidup sehat disampaikan langsung kepada siswa. Pendekatan tersebut diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Yuspita menilai kolaborasi lintas sektor ini memperkuat sistem deteksi dini terhadap gangguan kesehatan siswa. Dengan keterlibatan tenaga medis, setiap keluhan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

“Puasa ataupun tidak, kesehatan tetap prioritas. Kami ingin anak-anak selalu dalam kondisi prima agar bisa mengikuti pembelajaran dengan maksimal,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....