Sebabkan Keracunan dan Konflik Internal, Tiga SPPG Ditutup
- 24 Feb 2026 15:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa: Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumbawa, resmi dihentikan sementara operasionalnya. Penutupan itu dipicu insiden keracunan, serta konflik internal pengelolaan. Hal ini tentunya berdampak langsung pada layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan atas arahan pihak berwenang. Hal ini sebagai langkah evaluasi dan perbaikan menyeluruh.
“Jadi yang ditutup itu karena disebabkan oleh ada salah satu terjadi insiden keracunan. Sehingga diminta untuk lakukan perbaikan pelayanan dan ini diberikan waktu ya. Biasanya seperti yang dulu-dulu ya, untuk diberikan waktu dalam maksimal itu satu bulan perbaikan. Nah selama itu, dia dihentikan sementara waktu sambil dia memperbaiki diri,” jelasnya, Selasa 24 Februari 2026.
Rusmayadi mengungkapkan, SPPG yang dihentikan sementara berada di Kecamatan Lunyuk, Empang, dan Tarano. Untuk SPPG Lunyuk, penutupan dipicu insiden keracunan yang terjadi baru-baru ini. Rusmayadi menegaskan, kasus di Lunyuk merupakan yang pertama.
“Kalau lunyuk itu baru sekali kasus keracunan. Itu lunyuk nggak ada dulu,” ujarnya.
Sementara itu di SPPG Empang, ini adalah penghentian kedua kalinya. Sebelumnya SPPG tersebut juga pernah mengalami penghentian sementara, karena kasus keracunan.
Adapun penghentian operasional di Empang dan Tarano kali ini bukan semata karena faktor kesehatan. Melainkan adanya konflik internal, antara yayasan dan pengelola.
“Nah sementara yang di Empang sama Tarano itu, disitu adalah itu persoalan internal mereka. Ada konflik internal antara yayasan sama pengelola. Kalau itu kan tidak bisa ranah kita. Tapi kita dari satgas itu mengharapkan, supaya segera diselesaikan. Karena berdampak terhadap masyarakat juga. Pemberhentian sementara itu diberikan waktu untuk perbaikan untuk menyelesaikan masalahnya, itu juga satu bulan maksimal,” terangnya.
Menurut Rusmayadi, batas waktu penghentian sementara maksimal satu bulan. Namun, ia mengakui kecil kemungkinan ketiga SPPG tersebut dapat kembali beroperasi sebelum Ramadan berakhir.
“Harapan kita ya mudah-mudahan lah pas puasa anak-anak masuk sudah selesai masalahnya. Tapi kayaknya gak mungkinlah cepat terkejar. Mungkin habis lebaran lah paling tidak,” ucapnya.
Ia mengakui belum memperoleh data pasti terkait jumlah sasaran penerima manfaat di tiga lokasi tersebut.
“Nah belum saya cek ya di bagian empang sama tarano ini sama lunyuk ini berapa?” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Rusmayadi, berharap proses evaluasi dan penyelesaian persoalan internal dapat segera dituntaskan. Agar pelayanan kembali berjalan normal. Sehingga, tidak mengganggu upaya peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....