Efek Samping Konsumsi Gula untuk Tubuh
- 23 Jan 2026 21:45 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Beragam istilah muncul untuk menggambarkan kondisi tubuh setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, termasuk sugar rush dan sugar crash. Kedua istilah ini merujuk pada perubahan energi yang cepat akibat asupan gula, mulai dari lonjakan tenaga sementara hingga penurunan energi yang tajam.
Kementerian Kesehatan RI menekankan konsumsi gula berlebihan berpotensi merusak kesehatan. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. Maxi Rein Rondonuwu, menyatakan konsumsi gula berlebih, baik dari makanan maupun minuman, berisiko menyebabkan gula darah tinggi, obesitas, dan diabetes melitus. Pernyataan ini menegaskan bahwa dampak gula tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi bisa menimbulkan masalah jangka panjang.
Sugar rush terjadi segera setelah gula masuk ke tubuh dalam jumlah banyak. Pada tahap ini, tubuh mengalami peningkatan energi, kewaspadaan, dan mood yang lebih baik. Banyak orang menganggap ini sebagai tanda bahwa tubuh membutuhkan gula lebih banyak.
Namun, efek tersebut bersifat sementara. Setelah lonjakan energi, tubuh bisa mengalami sugar crash, ditandai dengan rasa lelah, kantuk, sulit fokus, dan dorongan untuk kembali mengonsumsi gula. Penurunan energi ini merupakan respons alami tubuh terhadap fluktuasi gula darah yang drastis.
Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, tubuh akan mengalami fluktuasi gula darah yang tidak sehat, meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan penyakit kronis. Mengontrol konsumsi gula dan memilih pola makan seimbang menjadi langkah penting untuk menjaga energi tetap stabil dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....