Canva Luncurkan Code 2.0, Desain Website dan Aplikasi tanpa Harus Jago Coding

  • 16 Jul 2026 12:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Platform desain digital Canva resmi memperkenalkan Canva Code 2.0, fitur terbaru yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kemampuan desain visual. Inovasi ini memungkinkan pengguna membuat aplikasi dan situs web tanpa harus menguasai bahasa pemrograman yang rumit.

Selama ini, pemrograman identik dengan proses belajar yang panjang dan kemampuan memahami kode yang kompleks. Munculnya tren vibe coding mulai mengubah pandangan tersebut dengan memungkinkan pengguna membangun aplikasi hanya melalui perintah atau prompt dalam bahasa sehari-hari, namun, sebagian besar platform serupa masih mengharuskan pengguna memahami kode untuk melakukan penyesuaian yang lebih mendalam.

Canva berupaya menjawab tantangan itu melalui Canva Code 2.0. Menurut digitaltrends, pengguna dapat memulai proyek dari sebuah prompt, memilih lebih dari 50 template yang tersedia, atau mengimpor file HTML yang telah dibuat sebelumnya.

Seluruh proses pengembangan dilakukan langsung di dalam ekosistem Canva sehingga dapat dipadukan dengan halaman, presentasi, maupun papan tulis digital. Keunggulan lainnya, pengguna tidak harus bergantung sepenuhnya pada hasil yang dibuat AI.

Mereka dapat mengubah tampilan secara manual dengan menyeret foto sendiri, mengganti warna, font, hingga mengedit teks melalui antarmuka Canva yang sudah dikenal. Jika membutuhkan bantuan, pengguna juga dapat memanfaatkan Canva AI untuk memberikan saran atau melakukan penyuntingan melalui percakapan.

Canva Code 2.0 juga mendukung kolaborasi secara real-time. Tim dapat mengerjakan proyek bersama, memberikan komentar langsung pada editor, serta mempublikasikan hasilnya menggunakan domain khusus Canva, domain gratis, atau menyimpannya secara privat di dalam organisasi.

Melalui pembaruan ini, Canva ingin menghadirkan pengalaman vibe coding yang tidak hanya memudahkan proses pembuatan aplikasi dan website, tetapi juga memastikan hasil akhirnya tetap mencerminkan identitas visual sebuah merek. Dengan demikian, kreator dapat menghasilkan produk digital yang fungsional sekaligus memiliki desain yang unik tanpa harus menjadi seorang programmer profesional. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....