Mahasiswa Vokasi Undip Menang Lomba Riset Lewat Inovasi Paving Antibanjir
- 02 Jul 2026 14:28 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) meraih juara II Kompetisi Riset Unggulan Kota Surakarta 2026 melalui inovasi paving block ramah lingkungan yang dirancang untuk membantu mengurangi banjir perkotaan. Inovasi tersebut menawarkan solusi infrastruktur hijau sekaligus mendukung upaya pemulihan kualitas lingkungan.
Tim dari Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri ini beranggotakan Luis Ibanez Sitinjak dan Fajar Daruwijaya. Mereka mengusung karya berjudul Desain Konseptual Paving Block Permeabel BioSil-C Berbasis Biochar Tempurung Kelapa dan Nanosilika Aktif sebagai Solusi Nature-Based Penanganan Banjir dan Remediasi Tanah Perkotaan di Surakarta.
Kompetisi diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta. Kompetisi ini mengangkat tema penguatan kebijakan berbasis pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing daerah.
Di bawah bimbingan Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., I.P.M., ASEAN Eng., tim mengembangkan BioSil-C sebagai konsep paving block permeabel berbahan biochar tempurung kelapa dan nanosilika aktif. Material tersebut dirancang mampu meningkatkan daya resap air sekaligus membantu menyerap polutan logam berat yang terbawa air hujan.
Selain mengurangi genangan, BioSil-C juga mendukung pembangunan rendah karbon. Analisis Life Cycle Assessment (LCA) menunjukkan material berbasis biochar mampu menekan jejak karbon lebih dari 50 persen dibandingkan paving block konvensional.
Dr. Fahmi Arifan mengatakan prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa vokasi dalam menghasilkan inovasi yang menjawab persoalan nyata di masyarakat. "Prestasi ini membuktikan mahasiswa vokasi Undip memiliki keunggulan dalam teknis rekayasa, sekaligus mampu menciptakan solusi inovatif terhadap permasalahan yang nyata di masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.
Ketua tim, Luis Ibanez Sitinjak, menjelaskan BioSil-C dikembangkan untuk menghadirkan solusi penanganan banjir yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya mengatasi banjir tidak cukup hanya dengan memperbesar kapasitas drainase, tetapi juga perlu mengembalikan daya resap alami tanah.
"Melalui BioSil-C, kami mencoba menawarkan konsep material yang memanfaatkan sumber daya lokal. Berpotensi diterapkan sebagai bagian dari infrastruktur hijau Kota Surakarta," ujarnya.
Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa Sekolah Vokasi Undip menghasilkan riset terapan yang inovatif dan aplikatif. Inovasi BioSil-C diharapkan dapat menjadi alternatif pengembangan infrastruktur hijau untuk mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....