Arti dan Pentingnya Buku Besar Akuntansi
- 30 Jun 2026 14:57 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Penyusunan buku besar akuntansi merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan sebelum pembuatan laporan keuangan. Tahap ini tak kalah pentingnya dengan penyusunan jurnal dan neraca saldo. Yang perlu sahabat RRI ketahui, buku besar dapat diibaratkan sebagai tempat transit semua jenis akun rekening transaksi untuk diketahui ringkasan total saldonya. Berikutnya, ringkasan seluruh transaksi akun tersebut akan di posting ke dalam neraca saldo untuk kemudian dijadikan sebagai dasar pembuatan laporan keuangan.
Istilah buku besar ini merupakan salah satu tahap siklus akuntansi yang merangkum semua jenis transaksi yang terjadi di perusahaan. Bukan buku yang secara fisik sangat lebar. Dalam bahasa inggris, istilah penyebutannya yakni ledger. Dalam pengertian lainnya, ledger merupakan alat yang digunakan perusahaan untuk mencatat berbagai perubahan pada suatu akun karena terjadi transaksi keuangan.
Cara perusahaan dalam menyusun buku besar tentu saja berbeda-beda, ya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Misalnya jenis usaha, frekuensi transaksi, jumlah keuangan dan aset perusahaan, serta karakteristik perusahaan tersebut. Seperti yang sudah kita bahas di atas, buku besar merupakan tempat transit akun rekening transaksi dari jurnal umum ke neraca saldo.
Nah, aktivitas pemindahan akun transaksi baik dari jurnal ke buku besar maupun buku besar ke neraca saldo disebut dengan posting. Ada dua jenis akun dalam pencatatan buku besar. Pertama, ada akun riil yang meliputi golongan aset, hutang, dan ekuitas. Sedangkan yang kedua yakni akun nominal terdiri dari pendapatan dan beban.
Menyimpan ringkasan yang akurat dari semua transaksi bisnis Anda melalui buku besar adalah salah satu praktik yang paling penting dan bermanfaat dalam akuntansi.
Pertama, buku besar mencatat semua keuntungan, kerugian, dan kesehatan bisnis Anda secara keseluruhan, memberi Anda pembaruan waktu nyata dan membantu Anda melacak kinerja bisnis Anda. Kedua, dokumentasi yang teratur dan terorganisir dengan baik ini sangat berguna dalam menemukan kesalahan akuntansi, transaksi yang tidak biasa, atau kemungkinan penipuan.
Anda juga dapat menggunakan laporan untuk merekonsiliasi akun bisnis sebelum membuat laporan keuangan, dan memastikan semuanya telah dicatat secara akurat dan bebas dari kesalahan. Ini membawa kita ke alasan ketiga, pembuatan laporan keuangan. Buku besar merangkum data keuangan utama yang kemudian digunakan untuk membuat neraca saldo, serta laporan akuntansi pada akhir periode akuntansi.
Laporan-laporan ini termasuk neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan ekuitas pemilik.
Terakhir, setelah Anda mengumpulkan semua pendapatan dan pengeluaran Anda menjadi satu dokumen, pengajuan pengembalian pajak menjadi dua kali lebih mudah. Saat tiba waktunya untuk melengkapi formulir pajak, Anda dapat memeriksa faktur Anda dengan buku besar untuk memastikan semuanya sudah disiapkan dengan benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....