UIN Walisongo Kukuhkan 2.655 Guru Profesional, Ini Pesan Rektor

  • 28 Jun 2026 11:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - UIN Walisongo Semarang resmi mengukuhkan sebanyak 2.655 peserta PPG Dalam Jabatan Tahap 4 Tahun 2025 sebagai guru professional pada Sabtu 27 Juni 2026. Momentum sakral ini digelar secara hybrid, di mana 500 peserta hadir langsung dan sisanya mengikuti secara daring.

Pengukuhan ini menjadi titik temu krusial antara perjuangan personal para guru, visi besar perguruan tinggi dalam mencetak pendidik unggul, serta arah kebijakan nasional untuk mendongkrak mutu pendidikan madrasah di Indonesia. Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr Musahadi, M.Ag., menempatkan pengukuhan ini dalam konteks peradaban yang lebih luas.

Ia mengingatkan, profesionalisme seorang guru tidak cukup hanya dibuktikan selembar sertifikat. Di era modern ini, guru memiliki peran besar sebagai penjaga peradaban, pembentuk karakter, dan motor penggerak perubahan sosial.

"Saat ini, guru dihadapkan pada tantangan teknologi, disrupsi informasi, perubahan sosial, serta persoalan generasi muda yang kian kompleks. Karena itu, lulusan PPG harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan," tegas Prof. Musahadi.

Ia menambahkan bahwa guru masa kini tidak boleh sekadar mentransfer pengetahuan atau mengikuti perubahan. Akan tetapi harus menginspirasi, menanamkan nilai-nilai luhur, dan turut menjadi penentu arah perubahan itu sendiri.

“Langkah besar program PPG ini berhasil diwujudkan berkat kolaborasi erat melalui pembiayaan APBN dan APBD antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi,” ucapnya.

Pesan penguatan juga selaras dengan arah kebijakan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI. Dalam cetak biru peningkatan mutu pendidikan madrasah, terdapat tiga agenda utama yang menjadi pilar: guru harus disejahterakan, diperkuat kompetensinya, dan didukung penuh melalui layanan digital guna memudahkan pengembangan profesi.

Sinergi ini krusial karena kualitas pendidikan sebuah bangsa berbanding lurus dengan mutu para gurunya. Peserta didik mustahil mencapai kompetensi tinggi jika gurunya tidak diberi ruang dan dukungan yang memadai untuk terus berkembang. Oleh sebab itu, program peningkatan kualifikasi, sertifikasi, serta keprofesian berkelanjutan berbasis digital kini terus dikebut oleh ekosistem pendidikan.

“Sebagai ujung tombak pembelajaran, guru hari ini dituntut adaptif menghadapi kebutuhan siswa yang makin beraga. Mulai dari penguatan literasi, numerasi, pendidikan inklusif, kemampuan digital, hingga implementasi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....