MTsN 2 Lombok Barat Tingkatkan Mutu Guru Madrasah Melalui Deep Learning Modern

  • 24 Jun 2026 08:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – MTs Negeri 2 Lombok Barat terus memperkuat kualitas sumber daya pendidik melalui pengembangan kompetensi profesional. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Workshop Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Pembelajaran yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Juni 2026, di Aula Sukma Rasa, Labuapi, Lombok Barat.

Kegiatan yang didanai melalui Anggaran DIPA Tahun 2026 itu menjadi bagian dari implementasi Petunjuk Teknis Direktorat Pendidikan Islam Tahun 2026 tentang Pengembangan Kompetensi Profesi Guru dan Penguatan Kompetensi Pedagogik. Sebanyak 40 guru ASN dan PPPK MTs Negeri 2 Lombok Barat mengikuti pelatihan tersebut dengan menghadirkan narasumber dari perguruan tinggi, BPMP NTB, dan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat.

Kepala MTs Negeri 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., menegaskan keberhasilan penerapan Deep Learning tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan guru dalam merancang pengalaman belajar yang aktif, reflektif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik.

"Workshop ini pada hakikatnya bertujuan meningkatkan kompetensi profesi guru sekaligus memperkuat kompetensi pedagogik melalui strategi, desain, dan pendekatan pembelajaran mendalam yang inovatif, kreatif, serta memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang tersedia," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembelajaran yang berkualitas harus mampu menghubungkan materi pelajaran dengan realitas kehidupan peserta didik sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Guru saat ini tidak lagi sekadar menjadi penyampai informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik menemukan makna dari setiap proses belajar. Inilah esensi pembelajaran mendalam yang menjadi arah pengembangan pendidikan nasional," katanya.

Menurutnya, implementasi Deep Learning yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu melahirkan proses pembelajaran yang lebih humanis, kreatif, inovatif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan profesi guru secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.

Workshop tersebut resmi ditutup pada hari kedua oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliarta, M.Sos. Dalam arahannya, ia memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus menjalankan tugas sebagai pendidik dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan tanggung jawab.

"Mengajar di madrasah bukan semata-mata tentang penghasilan yang diterima, tetapi jauh lebih besar dari itu merupakan keberkahan dan ladang amal ibadah yang nilainya tidak terhingga," ucapnya.

Melalui kegiatan Pengembangan Keprofesian Guru (PKG) ini, MTs Negeri 2 Lombok Barat berharap seluruh tenaga pendidik semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, mendalam, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berlandaskan nilai-nilai cinta, kemanusiaan, dan karakter.

Dengan peningkatan kompetensi guru yang berkesinambungan, madrasah optimistis mampu mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, berkarakter kuat, memiliki daya saing global, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.

"Pendidikan yang bermakna akan melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan semangat memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....