Gubes UNAIR Ingatkan Dampak Kebijakan Bahasa Inggris di Kelas
- 03 Jun 2026 00:09 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kebijakan penggunaan bahasa Inggris di kelas memantik perdebatan publik. Kebijakan itu dinilai Guru Besar (Gubes) Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Ni Wayan Sartini, berpotensi melemahkan penggunaan bahasa Indonesia.
Ni Wayan Sartini, mengingatkan pentingnya keseimbangan berbahasa. Menurutnya, bahasa asing tidak boleh meminggirkan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.
"Penguatan bahasa asing harus dilakukan secara seimbang tanpa meminggirkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah," ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026. Prof. Wayan mengakui bahasa Inggris penting dalam dunia kerja dan pendidikan.
Bahasa tersebut juga menjadi kebutuhan di ruang digital global. Namun, Indonesia merupakan negara multibahasa yang memiliki fungsi bahasa berbeda.
Bahasa Indonesia menjadi pemersatu, sedangkan bahasa daerah mencerminkan identitas budaya. Menurutnya, masalah muncul ketika hubungan antarbahasa tidak dikelola secara seimbang.
Bahasa Inggris kemudian dipersepsikan sebagai simbol kemajuan yang menggantikan bahasa lain. Penurunan jumlah penutur bahasa daerah juga menjadi perhatian serius.
Transmisi bahasa daerah antargenerasi semakin melemah dalam beberapa tahun terakhir. "Mustahil kita membangun generasi pembelajar yang kokoh jika fondasi literasi bahasa nasional rapuh," katanya.
Prof. Wayan menilai pembiasaan bahasa Inggris tidak harus diterapkan secara penuh. Sekolah dapat memulainya melalui percakapan sederhana dan instruksi dasar.
Ia juga mengingatkan adanya kesenjangan kondisi sekolah di berbagai daerah. Karena itu, implementasi kebijakan perlu dilakukan secara bertahap dan realistis.
"Pemerintah perlu menyiapkan pelatihan guru, materi adaptif, dan model implementasi yang fleksibel," ujarnya. Selain itu, bahasa daerah harus tetap mendapat ruang di sekolah.
Penguatan dapat dilakukan melalui sastra lokal, cerita rakyat, dan ekspresi budaya. Menurut Prof. Wayan, tujuan pembelajaran bahasa bukan memilih satu bahasa.
Pendidikan bahasa harus membentuk generasi berakar budaya dan berwawasan global. "Di situlah pendidikan bahasa menemukan maknanya dan membantu generasi memahami dirinya," ucap Prof. Wayan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....