COMSATS-ITS Conference Satukan Peneliti Dunia Bahas Inovasi Berkelanjutan
- 10 Jun 2026 20:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar COMSATS-ITS Conference, membahas arah riset dan inovasi teknologi untuk pembangunan berkelanjutan. Mengusung tema Emerging Technologies for Sustainable Development, COMSATS-ITS mempertemukan delegasi dan peneliti dari berbagai negara.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI, Muhammad Fauzan Aziman, menegaskan pentingnya riset berbasis kebutuhan nyata. Menurutnya, penelitian harus mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Penelitian harus didasarkan pada masalah atau tantangan,” kata Fauzan, Rabu, 10 Juni 2026. Fauzan menjelaskan pemerintah terus memperkuat ekosistem riset nasional melalui program prioritas dan strategis.
Program tersebut mendorong pemerataan kapasitas riset serta peningkatan kualitas penelitian. Ia juga menilai universitas tidak bisa membangun ekosistem riset secara mandiri.
Karena itu, kemitraan dengan pemerintah, industri, investor, dan komunitas perlu diperkuat. Dalam konferensi ini, peserta membahas berbagai bidang teknologi masa depan.
Topiknya meliputi kecerdasan buatan, big data, energi terbarukan, dan teknologi hijau.
Pembahasan juga mencakup mitigasi perubahan iklim, material maju, nanoteknologi, dan bioteknologi.
Selain itu, teknologi kesehatan, ketahanan pangan, serta kebijakan sains turut menjadi perhatian. Beberapa sesi mengangkat pemodelan sistem bumi berbasis AI dan pemanfaatan limbah lokal.
Topik lain meliputi teknologi ketahanan bencana dan inovasi material maju di ITS.
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan komitmen kampus mengembangkan riset yang berdampak langsung.
Komitmen itu diwujudkan melalui inovasi energi, robotika, dan transformasi digital. “Penelitian seharusnya bisa menciptakan dampak,” ujar Bambang.
Direktur Eksekutif COMSATS, Mohammad Nafees Zakaria, menyoroti tantangan negara berkembang yang semakin kompleks. Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim, ketahanan pangan, air, energi, dan kesenjangan ekonomi.
“Teknologi baru mengubah setiap aspek kehidupan kita dengan sangat cepat,” kata Zakaria. Menurutnya, perkembangan teknologi dapat menjadi peluang besar jika dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....