Saudi Vision 2030 Angin Segar Calon Jamaah, Kuota Haji RI Berpotensi Naik Drastis

  • 24 Mei 2026 16:29 WIB
  •  Sumenep

Saudi Vision 2030 menjadi program transformasi besar yang dijalankan pemerintah Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor minyak. Program yang diluncurkan sejak 2016 itu digagas Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dengan fokus membangun ekonomi modern berbasis investasi, pariwisata, teknologi, dan layanan keagamaan.

Melalui Saudi Vision 2030, Arab Saudi menargetkan peningkatan kapasitas pelayanan haji dan umrah secara besar-besaran. Pemerintah Saudi memperluas infrastruktur Masjidil Haram, transportasi, kawasan pemondokan, hingga digitalisasi layanan jamaah agar mampu menampung jutaan umat Muslim dari berbagai negara setiap tahun.

Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi Arab Saudi menjadikan sektor haji dan umrah sebagai sumber pendapatan nonmigas. Selain pembangunan kota modern dan destinasi wisata, pelayanan jamaah internasional menjadi salah satu sektor prioritas dalam visi tersebut.

Bagi Indonesia, Saudi Vision 2030 dinilai membuka peluang besar terhadap penambahan kuota atau porsi haji. Saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Namun antrean keberangkatan masih sangat panjang karena keterbatasan kuota setiap tahun.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Saudi menargetkan kapasitas jamaah haji mencapai sekitar lima juta orang pada 2029 hingga 2030. Jika target itu tercapai, kuota Indonesia diperkirakan bisa meningkat hingga dua kali lipat bahkan mendekati 500 sampai 600 ribu jamaah per tahun.

Kenaikan kuota tersebut dinilai dapat memangkas masa tunggu haji yang saat ini mencapai puluhan tahun di sejumlah daerah Indonesia. Dengan bertambahnya kapasitas jamaah global, peluang masyarakat Indonesia untuk berangkat haji diprediksi semakin terbuka.

Meski demikian, peningkatan porsi haji tetap bergantung pada kebijakan resmi pemerintah Arab Saudi serta kesiapan Indonesia dalam pengelolaan jamaah dan layanan haji. Karena itu, pemerintah Indonesia juga mulai menyiapkan berbagai langkah strategis agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan besar yang dibawa Saudi Vision 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....