Teknologi Pengering Rumput Laut Berbasis Energi Surya ITB

  • 06 Mei 2026 20:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program Community Development Equity 2025 menghadirkan inovasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pengolahan rumput laut di wilayah pesisir. Bermitra dengan Universiti Malaysia Sabah, program ini dilaksanakan di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi biru masyarakat pesisir.

Dalam program ini, tim dari Program Studi Oseanografi ITB yang dipimpin Dr. Susanna Nurdjaman, S.Si., M.T sebagai Ketua Pelaksana, dengan anggota Andi Egon, S.T., M.Sc; Dayu Wiyati Purnaningtyas, S.Si., M.Si., Ph.D; dan Saat Mubarrok, S.Si., M.Si., Ph.D mengintegrasikan keahlian KK Oseanografi Terapan dalam rekayasa teknologi pesisir dan KK Oseanografi Lingkungan dalam pengelolaan sosial-ekonomi masyarakat. Tim bersama mahasiswa Program Studi Oseanografi ITB, yaitu Dimas Rama Dhinata, Fauzan Pratama, Feri Saputra, Hudzaifah, Muhammad Fahri Gunawan, dan Syafrizal Hidayat, menginisiasi pembangunan dry oven komunal berukuran 5 x 2 meter berbasis panel surya untuk mendukung proses pengeringan rumput laut yang lebih efisien dan higienis serta tahan terhadap kondisi cuaca.

Selama ini, proses pengeringan rumput laut di Desa Muara masih dilakukan secara tradisional dengan mengandalkan sinar matahari. Metode tersebut dinilai kurang efisien karena sangat bergantung pada kondisi cuaca serta berisiko terkontaminasi pasir dan kotoran yang menurunkan kualitas hasil panen.

“Melalui inovasi dry oven ini, proses pengeringan dapat dipersingkat dengan hasil yang lebih bersih dan sesuai standar mutu. Selain itu, penggunaan energi surya menjadikan teknologi ini lebih ramah lingkungan,” ujar Dr. Susanna Nurdjaman dalam keterangan resminya, Rabu, 6 Mei 2026.

Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga mencakup pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat. Sebanyak kurang lebih 25 anggota kelompok pembudidaya rumput laut diberikan pelatihan untuk mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri, sehingga keberlanjutan program dapat terjaga

Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari survei lokasi, instalasi alat, pelatihan, hingga monitoring. Peresmian dry oven dan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di Desa Muara terkhusus bagi para petani rumput laut berlangsung pada tanggal 04 April 2026.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan pasca panen rumput laut di wilayah pesisir, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Selain itu, inisiatif ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, produksi berkelanjutan, dan pemanfaatan sumber daya laut secara bijak

Ke depan, model dry oven komunal berbasis energi surya ini diharapkan dapat direplikasi. Yaitu di berbagai daerah pesisir lainnya di Indonesia sebagai bagian dari penguatan sektor kelautan berbasis inovasi dan keberlanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....