Wisuda 766 Lulusan, Rektor UII: Pemimpin Efektif Adalah yang Memberi Keteladanan
- 29 Apr 2026 10:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar wisuda jenjang Doktor, Sarjana, dan Diploma untuk Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada hari Sabtu-Minggu, 25-26 April 2026 di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir. Pada periode kali ini, UII mewisuda sebanyak 766 lulusan terdiri dari 9 doktor, 116 magister, 632 sarjana, dan 2 ahli madya. Sehingga, sampai saat ini tercatat lebih dari 137.063 alumni yang berkiprah dalam berbagai peran baik dalam negeri maupun mancanegara.
Rektor UII, Fathul Wahid menegaskan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru di kehidupan nyata. Dunia setelah kampus adalah ruang ujian yang berbeda, di kampus diuji dengan soal, di kehidupan nyata akan dinilai dengan kepercayaan.
Fathul Wahid menekankan, kehidupan profesional yang akan dijalani dalam bukan hanya tentang kemampuan untuk memimpin, tetapi tentang kesiapan untuk dipimpin, karena tidak semua langsung menjadi pemimpim. Bahkan menurutnya, sebagian besar perjalanan karier justru dimulai dari menjadi pengikut yang sering kali membentuk karakter seseorang tanpa disadari.
"Organisasi yang sehat bukan hanya membutuhkan pemimpin yang baik. Ia juga membutuhkan pengikut yang baik. Karena kepemimpinan (leadership) yang kuat tanpa kepengikutan (followership) yang matang tidak akan menghasilkan organisasi yang kokoh," katanya, dalam sambutan wisuda.
Fathul Wahid menggambarkan secara sederhana tentang kehidupan profesional seperti sebuah pendakian gunung. Menurutnya, dalam satu tim pendakian, memang ada pemimpin ekspedisi, tetapi keberhasilan mencapai puncak tidak pernah ditentukan oleh satu orang, ia ditentukan oleh kualitas seluruh tim.
"Ada yang memimpin arah, ada yang menjaga ritme, ada yang memastikan logistik, ada yang membantu ketika ada yang kelelahan. Dalam banyak situasi, justru mereka yang berjalan di belakanglah yang memastikan tidak ada yang tertinggal. Begitulah organisasi yang sehat bekerja," ucapnya
Pemimpin tidak hanya untuk diri sendiri
Fathul Wahid berpesan wisudawan, ketika nanti dipercaya menjadi seorang pemimpin, maka jadilah pemimpin yang mengayomi, pemimpin yang kehadirannya membuat orang merasa lebih kuat, bukan lebih kecil. Pemimpin yang terlihat, bukan hanya terdengar, pemimpin yang memberi contoh, bukan hanya memberi perintah.
"Karena sesungguhnya, kepemimpinan yang paling efektif adalah kepemimpinan melalui keteladanan. Orang mungkin mendengar instruksi, tetapi mereka mempercayai contoh. Pemimpin yang baik juga tidak membangun kewibawaan melalui jarak, tetapi melalui integritas. Ia tidak mengelabui bawahan dengan agenda tersembunyi. Ia tidak mengatakan satu hal dan melakukan hal lain. Ia memahami bahwa transparansi bukan kelemahan, tetapi fondasi kepercayaan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Alumni UII, Rizky Wijaya, S.H., LL.M turut memberikan pesan kepada para wisudawan agar siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Ia menekankan pentingnya sikap adaptif dan menjaga integritas dalam berkarier.
“Skill dan kompetensi kalian mungkin membuat kalian diterima kerja, tapi integritaslah yang akan membuat kalian bertahan,” ujarnya.
Rizky yang juga Vice President Corporate Banking PT Bank Mandiri (Persero) mengingatkan, pentingnya membangun jejaring melalui ikatan alumni sebagai bentuk kolaborasi dan saling mendukung antarsesama lulusan. Menurutnya silaturahmi menjadi kekuatan penting dalam membuka peluang dan memperluas manfaat.
Sementara itu, Wakil Alumni lainnya, dr Dita Anggara Kusuma, Sp.OT, Subsp. Onk. Ort. (K) membagikan pengalaman pribadinya sebagai dokter yang menangani pasien kanker. Ia menekankan bahwa dunia kerja menuntut kontribusi nyata, bukan sekadar gelar akademik. “Dunia tidak terlalu peduli dengan gelar kalian. Dunia peduli pada apa yang bisa kalian lakukan,” katanya.
Melalui kisahnya, dr. Dita juga menyoroti pentingnya empati dan makna dalam menjalani profesi. Ia mengajak para lulusan untuk tidak hanya mengejar kesuksesan, tetapi juga memberikan dampak bagi orang lain. “Jangan hanya mengejar sukses—kejarlah makna,” ujarnya.
Wisuda ini menjadi momentum bagi para lulusan UII untuk melangkah ke dunia baru dengan bekal ilmu, nilai, dan karakter. Dengan semangat integritas, empati, serta kemauan untuk terus belajar, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya sukses secara individu, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....