Jelajah Kampus Milad UII, Rektor Ajak Sivitas Akademika Berjalan Seirama

  • 08 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menggelar rangkaian peringatan Milad ke-83 UII dengan puncaknya diselenggarakan Jelajah Kampus yang diikuti oleh ribuan sivitas akademika UII dan dibuka secara langsung oleh Rektor UII Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., Minggu, 7 Juni 2026. Mengusung tema 'Harmoni untuk Jejak Lestari', diharapkan semangat ini menjadi cerminan semangat kebersamaan dan keberlanjutan dalam membangun peradaban universitas.

Rektor UII, Prof. Hari mengatakan, Jelajah Kampus ini bukan semata-mata aktivitas fisik gerak jalan. Tetapi, merupakan langkah bersama untuk berjalan bersama dan seirama dalam rangka menuju UII yang unggul, bermartabat, dan berguna bagi nusa dan bangsa. Melalui Jelajah Kampus ini juga diharapkan civitas akademika UII semua sehat baik fisik maupun mental, sehingga bisa bersama-sama bekerja dengan sebaik-baiknya dan menjaga marwah UII dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hari juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan universitas terdahulu yang hadir pada Jelajah Kampus, seperti Prof. Dr. Drs. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (2006–2010 dan 2010–2014), Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. (2014–2017), Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D. (2017-2018), dan Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. (2018–2022 dan 2022–2026).

"Sebetulnya acara milad ini pekerjaannya Prof. Fatul, jadi kalau ada apa-apa nanti lapor ke Prof. Fatul dulu. Tapi Kita sama-sama ya, Prof. Fathul, menjaga UII ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Sementara itu, Rektor UII 2022-2026, Prof. Fathul Wahid sebagai rektor demisioner yang baru saja menyelesaikan masa jabatannya merefleksikan sejarah singkat perjalanan Universitas Islam Indonesia dari Sekolah Tinggi Islam (STI). Ia menceritakan, delapan bulan sebelum STI berdiri pada tanggal 29 November 1944, Sri Sultan Hamengku Buwono IX membuat sebuah tulisan panjang dalam Harian Asia Raya.

"Di situ ada banyak poin penting yang bisa kita refleksikan hari ini. Paling tidak kita bisa ambil dua," katanya, Minggu, 7 Juni 2026.

Dalam tulisannya, HB IX mengatakan bahwa Indonesia merdeka harus dibangun dengan persatuan. Bahkan lanjut Fathul Wahid, Sri Sultan HB IX mengutip kondisi umat Islam di Saudi Arabia yang sebelumnya nomaden kemudian menyatu, dan akhirnya terbentuk negara yang bersatu.

Sedangkan yang kedua Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengatakan bahwa pendidikan adalah ikhtiar kolektif, tidak hanya satu dua orang, tetapi banyak orang yang saling nyengkuyung, saling membantu, dan di akhir tulisan tersebut Ngarsa Dalem menyampaikan bahwa ikhtiar pendidikan di Sekolah Tinggi Islam adalah menghasilkan warga negara yang cerdas, cakap, dan utama.

"Pesan ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Rektor pertama kita Profesor Abdul Kahar Mudzakkir ketika diundang di Singapura saat itu tahun 56 di depan komunitas Al-Ikhwan beliau mennyontohkan, bahwa persatuan ini layaknya gigi-gigi sisir, yang ketika menyatu maka akan menunaikan tugasnya. Kita bisa bayangkan sisir dengan hanya satu gigi maka tidak mungkin menunaikan tugasnya," ucapnya.

Refleksi ini menjadi semangat Milad ke-83 UII baik dari tema maupun dari seragam yang dikenakan pada puncak perayaan ini, meski berbeda tetapi didasari pada semangat yang sama, yakni ditegaskan Fathul Wahid, ingin nyawiji, ingin bersatu. Karena peradaban Universitas Islam Indonesia tidak mungkin dibangun tanpa kebersamaan.

Di akhir sambutan, Prof. Fathul Wahid menyampaikan terima kasih atas kebersamaan seluruh sivitas akademika selama 8 tahun masa kepemimpinannya bersama para wakil rektor terdahulu. Ia juga secara terbuka mengajak seluruh keluarga besar UII untuk memberikan dukungan penuh kepada pimpinan baru UII yang kini dinakhodai oleh Prof. Hari Purnomo.

Ketua Panitia Milad ke-83 UII, Dr. Rizqi Anfanni Fahmi dalam laporannya menyampaikan, rangkaian Milad UII digelar sejak awal tahun ini, dimulai dari Pidato Puncak Milad pada bulan Januari, kemudian beberapa agenda lain, seperti Safari Ramadhan, UII Ramadhan Fair, Bakti Sosial di Kapanewon Ngemplak dan Kapanewon Playen, Gunungkidul, berbagai perlombaan, serta penanaman pohon yang ada di lingkungan embung, hingga ziarah makam pendiri dan tokoh UII, serta anjangsana ke keluarga pimpinan UII.

"Kami juga telah melaksanakan kajian ilmiah epistemologi Islam dan juga sesuai tema yaitu Harmoni Untuk Jejak Lestari," katanya, menyampaikan.

Jelajah Kampus dipusatkan di lingkungan Kampus Terpadu UII dan diawali dengan senam bersama yang diikuti peserta sejak pukul 06.15 WIB sebagai bentuk ajakan untuk menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan kampus. Adapun rute jelajah dimulai dari depan Auditorium K.H. Abdul Kahar Muzakkir, mengelilingi kawasan kampus dan wilayah sekitar UII, sebelum kembali finis di lokasi yang sama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....