Remaja Belajar Mencintai Diri dan Memasang "Pagar" Bersama Forum Remaja PKBI NTT

  • 16 Apr 2026 07:11 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Pentingnya Self value atau menghargai diri sendiri sebagai keyakinan bahwa setiap individu berharga apa adanya tanpa syarat materi atau fisik.
  • eksistensi seseorang sudah bernilai sejak awal tanpa harus haus akan validasi orang lain atau standar kecantikan tertentu.
  • Diskusi ini juga mengangkat pentingnya boundaries atau batasan diri dalam hubungan sosial, baik pertemanan maupun percintaan.

RRI.CO.ID, Kupang - Forum Remaja (FoR) PKBI NTT kembali menghadirkan ruang edukasi bagi anak muda melalui dialog interaktif bertema self value dan boundaries dalam siaran Sore Ceria pada Selasa, 14 April 2026 di RRI Pro2 Kupang. Edukasi ini menjadi penting di tengah maraknya fenomena people pleaser dan hubungan tidak sehat (toxic relationships) yang sering menghantui pergaulan remaja saat ini.

Pentingnya Self value atau menghargai diri sendiri ditegaskan sebagai keyakinan bahwa setiap individu berharga apa adanya tanpa syarat materi atau fisik. Lyonita Titi (Lioni), Ketua OSIS SMK Negeri 5 Kupang sekaligus anggota Forum Remaja PKBI NTT, memberikan perumpamaan yang sangat kuat mengenai nilai intrinsik manusia.

"Ibarat uang Rp100.000 yang diinjak atau jatuh ke lumpur, nilainya akan tetap sama saat diangkat kembali; begitu juga diri kita, omongan orang atau kegagalan tidak akan sedikit pun mengurangi nilai asli kita sebagai manusia," ungkap Lioni dengan tegas.

Melengkapi pandangan tersebut, anggota FoR PKBI NTT lainnya, Melan Lokang, mahasiswa Bimbingan Konseling Universitas Nusa Cendana, menyoroti harga diri tidak membutuhkan pengakuan dari luar untuk menjadi nyata. Baginya, eksistensi seseorang sudah bernilai sejak awal tanpa harus haus akan validasi orang lain atau standar kecantikan tertentu.

"Kita tidak butuh validasi atau pengakuan dari orang lain untuk tahu bahwa kita berharga; kita sendiri harus paham bahwa eksistensi kita bernilai di mata kita sendiri sebelum menuntut penghargaan dari dunia luar," tutur Melan.

Diskusi ini juga mengangkat pentingnya boundaries atau batasan diri dalam hubungan sosial, baik pertemanan maupun percintaan. Remaja diajak untuk berani mengatakan tidak terhadap hal yang merugikan diri, sekaligus belajar berkomunikasi secara sehat tanpa menyakiti orang lain.

Menurut Melan, salah satu langkah sederhana membangun batasan adalah dengan mencintai diri sendiri terlebih dahulu. “Tidak apa-apa berkata tidak, karena kita juga perlu menjaga diri agar tidak terus-menerus mengorbankan diri demi orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Lioni menyoroti dampak lingkungan pertemanan dan media sosial terhadap self value remaja. Ia mengingatkan bahwa lingkungan yang toksik dapat menurunkan rasa percaya diri dan membuat seseorang terus mencari validasi eksternal.

Melalui forum ini, remaja NTT diharapkan semakin sadar bahwa menghargai diri dan menetapkan batasan bukanlah bentuk egoisme, melainkan cara menjaga kesehatan mental. “Self value itu bukan hasil akhir, tapi fondasi yang harus dibangun sejak sekarang,” tutup Melan.

Keduanya mnelihat saat ini banyak remaja terjebak menjadi people pleaser karena takut dikucilkan dari lingkaran pertemanan atau diputuskan oleh pasangan. Namun, FoR PKBI NTT mengingatkan bahwa mengomunikasikan batasan secara sopan adalah bentuk tertinggi dari rasa sayang terhadap diri sendiri agar tidak merugikan kesehatan mental maupun fisik.

Lingkungan pertemanan dan media sosial juga disebut sebagai faktor eksternal yang sangat memengaruhi pertumbuhan self-value. Lingkungan yang toksik dapat perlahan mengikis harga diri, sehingga remaja disarankan untuk berani melakukan cut off terhadap hubungan yang merusak.

Selain itu, pola asuh di rumah menjadi titik awal di mana orang tua harus menjadi sumber informasi utama dalam mengajarkan batasan fisik dan emosional sejak dini kepada anak-anak mereka. Sebagai penutup, membangun harga diri bisa dimulai dari langkah kecil seperti merayakan pencapaian harian dan berhenti membandingkan perjalanan hidup sendiri dengan orang lain.

Forum Remaja PKBI NTT terus berkomitmen menjadi ruang aman bagi remaja di Kupang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berdaya. Mereka mengingatkan dengan menghargai diri sendiri adalah proses panjang yang butuh waktu, namun setiap langkah kecil menuju pemahaman diri adalah sebuah kemenangan yang patut dirayakan. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....