Workshop Kurikulum Departemen Teknik Pertambangan UNP
- 11 Apr 2026 23:02 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Kegiatan akademik Departemen Teknik Pertambangan Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan dan kolaborasi berbasis kebumian melalui pelaksanaan workshop kurikulum Teknik Pertambangan yang diselenggarakan di Bukittinggi.
Kegiatan ini melibatkan Program Studi Teknik Pertambangan dan Teknik Geologi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan potensi wilayah.
Workshop ini berlangsung selama dua hari dengan agenda utama penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan lapangan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada diskusi akademik di ruang kelas, tetapi juga diintegrasikan dengan implementasi kerja sama antara Departemen Teknik Pertambangan UNP dan Geopark Nasional Ngarai Sianok–Maninjau.
| Baca juga: Workshop Perpustakaan UIN Bukittinggi |
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan dunia pendidikan tinggi dengan kawasan geopark sebagai laboratorium alam yang kaya akan nilai geologi, edukasi, dan pariwisata berkelanjutan.
Salah satu agenda penting dalam workshop ini adalah pembahasan kurikulum berdasarkan kebutuhan akademik bagi mahasiswa hingga kegiatan geowisata dan edukasi ilmiah di kawasan patahan Sumatera yang tersingkap di Ngarai Sianok dalam mengimplementasi program Kerjasama kawasan.
Lokasi ini menjadi objek pembelajaran langsung bagi peserta dosen untuk memahami struktur geologi aktif, dinamika tektonik, serta implikasinya terhadap potensi bencana.
Kegiatan lapangan ini memberikan pengalaman nyata dalam mengaplikasikan konsep teoritis ke dalam kondisi geologi actual.
Peserta workshop yang terdiri dari dosen berencana merancang penelitian berkelanjutan yang relevan dengan kawasan geopark.
Ide-ide penelitian yang muncul diharapkan mampu mendukung pengembangan ilmu kebumian sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan kawasan berbasis data ilmiah.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara UNP dan pengelola geopark dan pemerintah daerah ke depannya.
Lebih lanjut, kegiatan ini menyoroti pentingnya keilmuan kebumian dalam mendukung pembangunan daerah di Bukittinggi dan sekitarnya.
Kawasan ini memiliki karakteristik geologi yang kompleks dan rentan terhadap bencana seperti longsor dan gempa bumi, sehingga membutuhkan pendekatan ilmiah dalam pengelolaannya. Integrasi ilmu geologi dan pertambangan menjadi kunci dalam mendukung pengembangan wilayah yang aman dan berkelanjutan.
Selain itu, workshop ini juga menekankan urgensi penerapan konsep pariwisata edukasi berbasis kebumian.
Dengan potensi geosite yang dimiliki, kawasan Ngarai Sianok dapat dikembangkan sebagai destinasi geowisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan mitigasi bencana.
Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi.
Melalui kegiatan workshop selama dua hari ini, diharapkan tercipta kurikulum yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra kawasan nasional ini.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan wilayah berbasis kebumian yang berkelanjutan dengan kurikulum yang dirancang tim dosen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....