World Health Day: Riset, Inovasi Teknologi Bidang Kesehatan
- 11 Apr 2026 15:08 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dalam momentum World Health Day 2026, Institut Teknologi Bandung (ITB) terus memperkuat perannya melalui riset, inovasi, hingga kolaborasi di bidang kesehatan berbasis sains. Berbagai hal yang dilakukan sivitas akademika ITB ini menjadi sebuah upaya bahwa sains tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi menjadi solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.
World Health Day ITB, mulai dari pengembangan soft robotics, alat medis lokal, penguatan fasilitas riset farmasi, hingga raihan penghargaan nasional dan internasional. ITB berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan kesehatan dan ilmu pengetahuan.
Ir. Vani Virdyawan, S.T., M.T., Ph.D., dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, pada Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Semester I Tahun Akademik (TA) 2025/2026, menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Ilmu yang Menghidupkan: Peran Soft Robotics dalam Pelayanan Kesehatan bagi Sesama”. Hal itu diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa.
Beliau memaparkan teknologi robot lunak (soft robot), sebuah inovasi di bidang robotika yang terbuat dari material fleksibel sehingga aman digunakan di lingkungan tidak terstruktur, termasuk di dalam tubuh manusia. “Keunggulan soft robot adalah kemampuannya beradaptasi dengan bentuk dan tekstur lingkungan sekitar, sehingga risiko kerusakan jaringan atau cedera pada pasien dapat diminimalkan,” ujarnya, Sabtu 11 Arpil 2026.
Lalu, ITB juga mengirimkan bantuan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana di Kota Langsa, Provinsi Aceh. Keterbatasan akses terhadap air bersih dan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) menjadi persoalan utama yang dihadapi warga di wilayah terdampak.
Selain itu, mahasiswa Sekolah Farmasi ITB juga ikut melahirkan inovasi kesehatan berbasis sains. Tim SGA mengembangkan “Clariskin Nano”, yaitu krim nanoemulsi anti jerawat berbahan ekstrak temulawak, pandan, dan serai wangi, yang dirancang dengan menggabungkan efektivitas teknologi nanoemulsi dan prinsip keberlanjutan.
Produk ini lahir dari minat terhadap green chemistry dan sustainable cosmetics, sehingga pendekatan keberlanjutan diterapkan sejak formulasi, proses produksi, hingga pemilihan kemasan. Inovasi ini menunjukkan bahwa riset mahasiswa ITB di bidang farmasi tidak hanya fokus pada efektivitas, tetapi juga pada aspek lingkungan dan masa depan industri kosmetik sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....