LP2M UIN Mataram Teken MoU Strategis, Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

  • 03 Apr 2026 21:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram menginisiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama UIN Mataram, Wahana Visi Indonesia, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kolaborasi ini mengusung tema “Kemitraan Strategis untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai.”

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2 UIN Mataram, pada Kamis 2 April 2026, menghadirkan para pemangku kepentingan dari tiga lembaga yang berperan dalam pembangunan masyarakat. Inisiatif ini menjadi langkah konkret UIN Mataram dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam implementasi tridarma perguruan tinggi pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ketua LP2M UIN Mataram, Prof. Dr. H. Kadri, M.Si, bersama tim mendampingi pimpinan universitas yang diwakili Wakil Rektor III UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI. Dalam sambutannya, Jumarim menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui pendekatan teknis semata, tetapi perlu diperkuat dengan landasan nilai yang kokoh agar menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai sinergi dengan UIN Mataram dapat memperkuat aspek riset dan pendampingan masyarakat, sementara keterlibatan MUI NTB menjadi faktor penting dalam memperkuat pendekatan nilai dan kultural.

Di sisi lain, perwakilan MUI NTB, Dr. TGH. Badrun, M.Pd, menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial serta memperkuat karakter masyarakat. Ia meyakini kolaborasi ini mampu menghadirkan model pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan, tetapi juga pembentukan masyarakat yang berakhlak.

Melalui MoU tersebut, ketiga pihak sepakat mengembangkan program kolaboratif di berbagai bidang, seperti pendidikan, penguatan kapasitas masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan berbasis komunitas dan kearifan lokal.

Kerja sama ini diharapkan menjadi katalisator lahirnya berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan dokumen kerja sama dan sesi foto bersama sebagai penanda dimulainya kemitraan strategis. Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai luhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....