3 Game Horor Lokal Ini Siap Meneror Nyali Gamer
- 26 Mar 2026 11:09 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Industri game Indonesia semakin menunjukkan taringnya, terutama di genre horor. Kesuksesan judul-judul terdahulu membuat banyak developer lokal berani mengeksplorasi tema, mekanik, dan narasi yang lebih gelap. Jika kamu penggemar survival horror dengan sentuhan kearifan lokal maupun inspirasi horor klasik, berikut adalah 3 game horor buatan developer Indonesia yang patut masuk dalam radar pantauanmu.
DreadOut 3
Developer: Digital Happiness
Jadwal Rilis: 2026 Platform: PC (Steam), PS5, Xbox Series X/S
Sekuel dari franchise horor paling ikonik di Indonesia akhirnya kembali. Digital Happiness membawa Linda Meilinda kembali berhadapan dengan dunia ghaib, kali ini dengan skala ancaman interdimensional yang jauh lebih masif.
Premis Cerita: Mengusung peran sebagai Keeper of the Dark, Linda harus masuk ke dalam sebuah realitas antardimensi. Tujuannya adalah mencari sumber kekuatan tak kasatmata yang mengancam keseimbangan antara dunia terang dan gelap.
Mekanik Gameplay: DreadOut 3 tetap mempertahankan mekanik ikoniknya—berkomunikasi dan membasmi hantu menggunakan fitur dari smartphone miliknya (Iris Phone). Menariknya, game ini sekarang memungkinkan pemain untuk bertukar antara sudut pandang first-person dan third-person. Tersedia juga fitur "Ghostpedia" yang bisa dilengkapi dengan mengeksplorasi lingkungan urban legend Indonesia baik siang maupun malam.
Agni: Village of Calamity
Developer: Separuh Interactive
Jadwal Rilis: 2027 Platform: PC (Steam), Xbox Series X/S
Game ini seakan menjadi surat cinta bagi penggemar survival horror klasik era PlayStation 1 seperti Resident Evil lawas dan Silent Hill. Dikembangkan oleh studio indie Separuh Interactive, Agni: Village of Calamity membawa atmosfer kelam dan menekan dari sebuah desa terpencil di Jawa.
Premis Cerita: Kamu akan bermain sebagai Agni, seorang investigator dari unit kepolisian rahasia. Mengabaikan perintah atasan, Agni nekat masuk ke "Desa Purba" untuk mencari rekannya yang hilang, Lila. Namun, ia justru terjebak dalam realita mengerikan dan ancaman entitas yang tidak bisa mati.
Mekanik Gameplay: Menggunakan sudut pandang kamera tetap (fixed camera angles), pertempuran yang intens dengan bidikan terbatas, dan manajemen sumber daya (resource management) yang ketat. Pemain dituntut memecahkan teka-teki sambil terus diburu oleh makhluk misterius yang terus mengintai.
Akarmaut: Rootmare
Developer: Agate
Jadwal Rilis: To Be Announced (TBA) Platform: PC (Steam)
Agate mengambil langkah berani dengan terjun ke genre survival horror bernuansa ancaman biologis. Jika biasanya game horor lokal berfokus pada entitas mistis supranatural, Akarmaut: Rootmare menawarkan teror mutasi monster bergaya Resident Evil modern.
Premis Cerita: Berlatar di sebuah rumah sakit kampus di kota metropolitan Indonesia. Empat mahasiswa mendapati diri mereka terjebak saat fasilitas tersebut berubah menjadi labirin mematikan. Ancaman utamanya bukan setan, melainkan kawanan zombie hibrida hasil mutasi dengan tanaman.
Mekanik Gameplay: Game ini berfokus pada resource management (seperti amunisi senapan dan suplai medis) serta narasi bercabang yang akan memengaruhi nasib dan kelangsungan hidup keempat karakter tersebut. Pemain harus menyusun strategi yang matang untuk mengalahkan horde plant-zombie dan mengungkap konspirasi di balik wabah mematikan ini.Menggunakan sudut pandang kamera tetap (fixed camera angles), pertempuran yang intens dengan bidikan terbatas, dan manajemen sumber daya (resource management) yang ketat. Pemain dituntut memecahkan teka-teki sambil terus diburu oleh makhluk misterius yang terus mengintai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....