Perkuat Jaringan Daerah, UII Gelar Sarasehan dengan Ikatan Alumni NTB

  • 16 Feb 2026 11:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Mataram - 'Nglumpukne Balung Pisah' atau mengumpulkan tulang yang terpisah menjadi sebuah ungkapan jawa yang memiliki makna mendalam untuk mengumpulkan kembali saudara, kerabat, atau keluarga yang sudah lama terpisah. Momen ini terlihat nyata ketika Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Sarasehan UII dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu, 15 Februari 2026.

Suasana saat mengenyam pendidikan tinggi dirasakan kembali, ketika seluruh alumni dibawa mengenang masa terakhir mereka menyanyikan Hymne UII, yakni saat wisuda. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah misi 'jemput bola' untuk memastikan setiap alumni merasa kembali memiliki rumah.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII Yogyakarta Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si., mengatakan selain menjadi ajang reuni dari lintas angkatan yang berada di NTB, Sarasehan ini menjadi momen yang menegaskan bahwa alumni tidak terpisahkan dari keluarga besar UII. Melalui IKA UII ia berharap, dapat semakin membesarkan nama UII di daerahnya.

"Harapannya hubungan antara alumni dan UII semakin kuat. Kalau bahasa Jawanya itu kan, mempererat silahturahmi atau bahasa yang lainnya, nglumpuk balung-balung yang terpisah," katanya.

Prof. Jaka mengungkapkan, saat ini UII memiliki sekitar 134 ribu alumni yang tersebar di seluruh Indonesia maupun di luar negeri. Diakuinya, NTB menjadi salah satu provinsi yang memberikan persentase masuk UII relatif cukup besar.

"Diharapkan ini menjadi sebuah kolaborasi dengan alumni, dukungan, agar mahasiswa-mahasiswa, calon-calon mahasiswa yang berprestasi ini dapat diarahkan oleh alumni bahwa kita UII akan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi mereka," ucapnya.

Merajut kembali simpul yang lama terlepas tidaklag mudah, Ketua DPW IKA UII NTB Muhammad Ramadhani menceritakan, tantangan yang mereka hadapi. Organisasi alumni di NTB sempat mengalami masa vakum yang cukup lama, yakni dari tahun 2013 hingga pertengahan 2021.

"Sebenarnya vakum alumni di NTB, kalau tidak salah di tahun 2013 sampai tengah 2021, jadi cukup lama. Sementara alumni UII kan generasinya terus berkembang," katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram ini mengungkapkan, kevakuman juga menjadi tantangan tersendiri terutama dalam komunikasi antar lulusan. Hanya saja, jembatan ini harus dibangun untuk memajukan daerahnya.

"Kehadiran adik-adik alumni muda-muda. Saya punya keyakinan kami, saya yakin IKA UII NTB akan semakin berkembang," ucapnya.

Angkatan 90-an ini mengakui kesenjangan komunikasi antara para senior yang sudah sangat berumur dengan para alumni muda yang baru lulus tentu terjadi, bahkan kondisi ini terjadi juga kadang terkotak-kotak. Sehingga momen ini semakin menguatkan semangat alumni untuk semakin solid.

"Kami berterima kasih ada momentum pada malam hari ini bisa sedikit demi sedikit merajut kembali adik-adik kami yang sudah alumni UII bahkan saya baru kenal malam ini dan tentu ini potensi yang sangat besar buat UII untuk berkontribusi nyata buat Nusa Tenggara Barat dan saya yakin alumni ini adalah wajah-wajah yang paling konkret terkait dengan siapa UII itu bisa digambarkan dari profil profiling daripada alumni-alumninya," ujarnya.

Ada pemandangan menarik yang disoroti Dhani. Jika dulu alumni cenderung berkumpul dalam kotak-kotak fakultas, terutama Fakultas Hukum yang sangat dominan, kini wajah alumni UII di NTB jauh lebih beragam. Mulai dari dokter, farmasi, hingga teknik industri, yang membuat Dhani optimis adalah rasa percaya diri generasi muda.

"Sekarang UII sudah sangat mapan dan maju. Mereka dengan bangga mengatakan 'IAM UII' dalam keseharian mereka. Rasa cinta mereka terhadap almamater sangat tinggi," ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....