UIN Mataram Perkuat Arah Kebijakan Strategis

  • 07 Feb 2026 12:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram memaparkan dokumen Rencana Strategis (Renstra) periode 2025–2029 dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kamis, 5 Februari 2026. Pemaparan ini menjadi langkah penting dalam menetapkan arah kebijakan pengembangan kampus selama lima tahun mendatang.

Forum tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro AAKK, para Dekan, Direktur Pascasarjana, hingga pimpinan unit kerja di lingkungan UIN Mataram. Kehadiran seluruh unsur pimpinan menunjukkan keseriusan lembaga dalam menyelaraskan visi dan program kerja ke depan.

Pemaparan Renstra dipandang sebagai agenda strategis dalam Raker karena menjadi dasar penyusunan program, indikator kinerja, serta langkah percepatan transformasi kelembagaan. Melalui Renstra ini, seluruh unit kerja diharapkan memiliki panduan yang jelas dalam menjalankan tugas dan target masing-masing.

Materi Renstra disampaikan langsung oleh Wakil Rektor I UIN Mataram, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., didampingi Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram, Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA., serta Sekretaris LPM, Prof. Dr. H. Abdul Quddus, MA. Sesi diskusi tersebut dimoderatori oleh Dr. Alfira Mulya Astuti, M.Si.

Dalam penjelasannya, Prof. Adi Fadli menyampaikan bahwa Renstra 2025–2029 disusun untuk memperkuat daya saing UIN Mataram baik di tingkat nasional maupun internasional. Arah kebijakan difokuskan pada peningkatan akreditasi, penguatan penelitian, serta perluasan program internasionalisasi.

“Dokumen Renstra ini diselaraskan dengan Kontrak Kinerja dan Perjanjian Kinerja Rektor Tahun 2026, sehingga seluruh target yang ditetapkan memiliki indikator yang jelas dan terukur,” ujarnya.

Salah satu sasaran utama yang diprioritaskan adalah pencapaian akreditasi internasional untuk enam program studi pada tahap awal. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan reputasi akademik UIN Mataram di kancah global.

Di bidang riset, Prof. Adi Fadli menjelaskan bahwa kebutuhan ideal anggaran penelitian seharusnya mencapai enam persen dari DIPA, atau sekitar Rp13 miliar. Namun, realisasi saat ini masih sekitar Rp3 miliar.

“Karena itu, kami menargetkan peningkatan anggaran riset secara bertahap hingga minimal Rp7 miliar, guna mendorong produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan perkembangan positif dalam program internasionalisasi. Hingga saat ini, UIN Mataram telah menerima pendaftar mahasiswa asing dari 23 negara.

“Hal ini menunjukkan bahwa UIN Mataram semakin dikenal dan diminati di tingkat global. Ke depan, program internasional akan terus diperluas dan diperkuat,” tambahnya.

Selain itu, rencana pembukaan Fakultas Kedokteran juga menjadi salah satu program strategis yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027. Kehadiran fakultas tersebut diharapkan mampu memperluas peran UIN Mataram dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Ketua LPM UIN Mataram, Prof. Fahrurrozi, menegaskan bahwa penyusunan Renstra telah mengacu pada prinsip penjaminan mutu berkelanjutan. Setiap program strategis, kata dia, harus didukung oleh sistem evaluasi yang ketat dan mekanisme kontrol yang terstruktur.

“Implementasi Renstra harus disertai dengan indikator kinerja yang jelas, sistem monitoring yang kuat, serta komitmen seluruh unit kerja untuk menjalankannya secara konsisten,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris LPM, Prof. Abdul Quddus. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program antara tingkat universitas, fakultas, hingga program studi agar arah kebijakan dapat berjalan efektif.

“Renstra ini harus benar-benar menjadi pedoman operasional, bukan sekadar dokumen administratif. Seluruh elemen kampus harus bergerak dalam satu arah yang sama,” ujarnya.

Melalui pemaparan tersebut, UIN Mataram menegaskan tekadnya untuk melakukan percepatan pengembangan institusi, terutama dalam peningkatan mutu akademik, penguatan riset, serta perluasan jejaring internasional.

Renstra 2025–2029 diharapkan menjadi landasan strategis bagi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan UIN Mataram sebagai perguruan tinggi Islam negeri yang unggul, mandiri, inklusif, dan berdaya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....