Mengenal WAICO, Organisasi AI Dunia yang Indonesia jadi Salah Satu Pendirinya
- 19 Jul 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia secara resmi menjadi negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan.
- WAICO dibentuk untuk mendorong kolaborasi internasional dalam tata kelola AI sebagai respons terhadap perkembangan teknologi AI yang semakin pesat.
- Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di era digital mendatang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Keikutsertaan tersebut membawa Indonesia masuk ke dalam organisasi internasional di bidang kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) tingkat global.
Mengutip laman ekon.go.id, WAICO merupakan organisasi kerja sama antarpemerintah yang dibentuk untuk mendorong kolaborasi internasional dalam tata kelola AI. Kehadirannya merupakan respons atas pesatnya perkembangan teknologi AI yang diperkirakan menjadi salah satu penentu pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia bergabung sebagai negara pendiri atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Penandatanganan Deklarasi Pendirian WAICO dilakukan dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, Jumat, 17 Juli 2026.
Organisasi ini berada dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pelaksanaannya WAICO mengedepankan prinsip-prinsip Piagam PBB, yakni pengembangan AI yang inklusif, aman, tepercaya, serta berpusat pada manusia (human-centered).
WAICO juga menjadi forum bagi negara-negara anggota untuk menyusun tata kelola AI global. Organisasi ini bertujuan memperkuat kerja sama internasional agar AI tidak hanya dinikmati oleh negara-negara maju, tetapi juga merata bagi seluruh dunia.
Dalam peresmian WAICO, Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa AI tidak boleh menjadi teknologi yang dikuasai satu negara. Menurutnya, kemajuan AI harus dibangun melalui kolaborasi global.
Selain mendorong kolaborasi, WAICO diharapkan mampu menjembatani kesenjangan penguasaan teknologi antarnegara. Organisasi ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.
Sebanyak 30 negara menjadi penandatangan Deklarasi Pendirian WAICO, termasuk Indonesia, terdapat Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan Laos dari kawasan ASEAN. Serta sejumlah negara anggota BRICS, Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....