Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri WAICO, Organisasi Kerjasama AI Internasional
- 19 Jul 2026 10:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keterlibatan Indonesia pada World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) membuka peluang untuk terlibat langsung dalam penyusunan tata kelola kecerdasan buatan di tingkat global.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Ini membuka peluang Indonesia untuk terlibat langsung dalam penyusunan tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di tingkat global.
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Sebagai founder kita tentu mempunyai akses pertama terhadap seluruh pembicaraan mengenai perkembangan AI,” ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Airlangga berharap Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi yang diperkirakan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi global. Menurut dia, AI akan menjadi teknologi strategis yang memengaruhi daya saing berbagai negara.
“Indonesia sangat peduli terhadap perkembangan AI yang inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli kekuatan tertentu,” ujarnya. Karena itu, lanjut dia, pemerintah mendukung terbentuknya tata kelola AI yang terbuka bagi seluruh negara.
Menko mengungkapkan pembentukan WAICO masih dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Badan dunia tersebut berharap pengembangan AI harus berdasarkan prinsip inklusif, aman, tepercaya, dan berpusat pada manusia.
Airlangga mengungkapkan AI juga harus menjadi sarana untuk mempersempit kesenjangan teknologi antarnegara. “AI diharapkan menjadi jembatan, bukan menjadi digital divide, tetapi menjadi jembatan untuk kebersamaan," katanya.
Selain itu, Menko menilai perkembangan teknologi digital akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD130 miliar.
Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi USD366 miliar pada 2030. Bahkan, implementasi ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) berpotensi mendorong nilai ekonomi digital Indonesia hingga sekitar USD600 miliar.
“Potensi ekonomi digital Indonesia hingga tahun ini mencapai USD130 miliar, bahkan bisa sebesar USD366 miliar pada 2030.“Bukan tidak mungkin pula mencapai USD400 miliar hingga USD600 miliar.”
Penandatanganan dukungan Indonesia terhadap WAICO dilakukan Airlangga di sela-sela World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Tiongkok. Seluruh negara penandatangan akan berstatus sebagai pendiri sekaligus anggota organisasi internasional tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....