Menuju Rangking Dunia, USB YPKP Gelar Konferensi Internasional di Korea Selatan

  • 16 Jul 2026 14:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Universitas Sangga Buana (USB YPKP) kembali menyelenggarakan agenda tahunan konferensi internasional. Namun berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan bertajuk International Conference on Innovation in Business, Social Sciences, and Technology (INOBIST) & The 3rd International Conference of Business Administration and Communication (3rd ICoBAC) kali ini tidak diselenggarakan di Indonesia melainkan di Busan Korea Selatan, tepatnya di Kampus Tongmyong University.

Kegiatan yang mengambil tema besar “Innovating for Global Resilience: Integrating Business, Social Sciences, and Technology” ini diselenggarakan selama dua hari yaotu pada 8-9 Juli 2026. Hadir sebagai Keynote Speaker Prof. Andriyan Bayu, S., Ph.D (School of Electrical Engineering and Informatics, Institut Teknologi Bandung, Indonesia), Prof. Dr. Dieter Bogenhold (Klagenfurt University, Austria), Prof. Dr. Dong-sung Cho (Founder & Chair of WURI – World University Rangkings for Innovation – Foundation), Dr. John Walsh (Dean of The British International College, Krirk University, Thailand), dan Prof. Ari Warokka, Ph.D (Busan International College, Tongmyong University, Busan, Rep. of Korea).

Ketua Yayasan Pendidikan dan Keuangan Perbankan (YPKP) Dr. H. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA, CHRM mengatakan bahwa kegiatan INOBIST dan 3rd ICoBAC ini bukan hanya sekedar sebuah konferensi melainkan wadah bertemuanya para akademisi dan peneliti dari seluruh dunia untuk saling bertukar ide, gagsan dan membangun kolaborasi.

“Inilah menurut saya sebuah langkah awal yang strategis bagi kami, Universitas Sangga Buana untuk terus upgrade setelah mampu menjadi kampus unggul di Indonesia, untuk kemudian masuk dalam ranking dunia,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Kamis 16 Juli 2026.

Ricky juga menyampaikan bahwa kegiatan konferensi tidak hanta berbagai temuan penelitian, namun juga secara kolektif mampu untuk merancang peta jalan menuju masa depan Pendidikan dan bisnis yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak luas.

“Innovating for Global Resilience: Integrating Business, Social Sciences, and Technology tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman kita saat ini. Di dunia yang berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan; dan ketahanan hanya dapat dibangun melalui kolaborasi lintas disiplin, lintas institusi, dan lintas negara,” ungkapnya.

Senada, Ketua Yayasan Pendidkan Tongmyong University Mr. Kang Kyung Su dalam sambutannya juga menyoroti tema yang diusung dalam INOBIST dan 3rd ICoBAC ini. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa ketahanan bukan sekadar sifat bawaan, melainkan sesuatu yang dibentuk dengan sengaja untuk beradaptasi, sering kali lahir dari kebutuhan dan tekanan. Ia juga menekankan pentingnya reorientasi fundamental akademis agar selaras dengan tuntutan industri.

“Kampus harus menjadi tempat bertemunya riset dan pemecahan masalah nyata, di mana keberhasilan mahasiswa diukur dari prototipe yang dibangun atau model bisnis yang berhasil, bukan sekadar nilai ujian,” katanya.

Mr. Heung-Soon Ku juga memberikan kritik mengenai kondisi pendidikan tinggi saat ini di mana banyak mahasiswa lulus dengan pemahaman teori yang fasih namun buta dalam aplikasinya, mampu menulis tesis namun kurang memiliki keterampilan pemecahan masalah untuk dunia nyata.

“Di Tongmyong University, sebuah gelar bukanlah tujuan akhir, melainkan kemampuan memecahkan masalah dan memberikan dampak nyata. Kami jua memiliki prinsip setiap orang memiliki tanggung jawab bawaan untuk berkreasi, dan menghargai anugerah tersebut menuntut kerja keras, dedikasi, serta keikhlasan. Oleh karena itu, ketahanan dan inovasi sudah tertanam dalam DNA Tongmyong University sejak awal berdiri,” jelasnya.

Sementara itu, t Rektor USB YPKP Dr. Didin Saepudin, SE., M.Si mendorong agar diskusi dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum ini dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata di institusi masing-masing, baik dalam bentuk publikasi akademik lebih lanjut, proposal penelitian bersama, maupun pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan global.

“Forum akademik seperti ini akan memiliki nilai strategis jika menghasilkan luaran (outcome) yang terukur dan berkelanjutan,” paparnya saat menutup kegiatan ini. Didin juga menyebut bahwa dari konferensi internasional ini telah menghasilkan kerja sama yang kongkret untuk pengembangan institusi baik dari pihak USB YPKP sendiri maupun dari para peserta.

“Penandatanganan MoU, MoA, dan Implementation Agreement (Perjanjian Pelaksanaan) sebagai bagian dari acara ini merupakan bentuk komitmen institusional yang diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan program penelitian kolaboratif, pertukaran akademik, dan inisiatif pengabdian masyarakat di antara institusi yang berpartisipasi secara berkelanjutan,” tutupnya.

Direktur LPPM USB YPKP Dr. Nenny Hendjany, S.Si., SE., MT. mengatakan konsep Konferensi internasional tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Ia mengatakan INOBIST merupakan lanjutan dari kegiatan Konferensi nasional SoBAT yang tahun lalu sudah memasuki tahun ke-7.

“Sesuai dengan harapan dan masukan tahun lalu dari berbagai pihak termasuk dari pihak Yayasan dan Rektorat, kami diminta untuk menaikan level SoBAT menjadi internasional, dan alhamdulillah tahun ini bisa terealisasi bahkan kegiatannya langsung diadakan di luar Indonesia yaitu di Busan Korea Selatan, oleh karena itu kami juga mengganti nama menjadi INOBIST,” tuturnya.

“Kami juga mengajak rekan-rekan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sehingga kegiatan ICoBAC ke-3 dapat turut bergabung sehingga kegiatan di Tongmyong University ini merupakan kolaborasi antara LPPM dengan FISIP,” tambahnya.

Nenny melanjutkan selain konferensi, para peserta juga mengikuti sharing session academic dengan pihak Tongmyong Univesity, visiting company ke Busan Port Authority (BPA) serta Pengabdian Masyarakat (PKM) Internasional di Masjid Al-Barokah Gimhae Busan, Korea Selatan.

Konferensi internasional INOBIST dan 3rd ICoBAC terselenggara atas kerjasama dengan Research Synergy Foundation (RSF), dan melibatkan co-host dari Universitas Mataram, Universitas Islam Bandung, Universitas Cendrawasih, Universitas Panca Bhakti, Universitas Bina Darma, dan Business Management Network Institute.

Total peserta yang hadir baik onsite maupun virtual sebanyak 315 orang yang berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, China, Thailand, South Korea, Ethiopia, Philippines, India, Nigea, Nepal, Iraq, Vietnam, Cambodia, Morocco, Bangladesh, dan Nigeria.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....