Trump Batalkan Biaya Pelayaran Selat Hormuz, Ganti dengan Investasi Teluk
- 15 Jul 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump membatalkan rencana biaya 20 persen bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz dan menggantinya dengan kesepakatan perdagangan serta investasi dari negara-negara Teluk ke Amerika Serikat.
- Meski tarif dibatalkan, AS tetap memberlakukan blokade terhadap kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran, termasuk kapal yang mengangkut muatan terkait Iran.
- Trump menyatakan negara-negara Teluk siap meningkatkan investasi di AS dan menuduh Iran menggagalkan peluang kesepakatan dengan melancarkan serangan yang memicu eskalasi militer terbaru.
RRI.CO.ID, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana penerapan biaya 20 persen bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut digantikan dengan kesepakatan perdagangan dan investasi dari negara-negara Teluk ke Amerika, dilansir Fox Bussines, Rabu, 15 Juli 2026.
Trump mengatakan keputusan itu diambil karena arus pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz mulai kembali lancar. Ia menilai kondisi tersebut terjadi berkat operasi militer Amerika Serikat yang menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
Meski membatalkan rencana pungutan, Trump menegaskan negaranya tetap memberlakukan blokade terhadap kapal yang menuju atau berasal dari Iran. Blokade tersebut juga berlaku bagi kapal yang mengangkut muatan terkait Iran.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara Timur Tengah. Trump menyebut negara-negara Teluk telah menyatakan komitmen untuk meningkatkan investasi di Amerika Serikat dalam jumlah besar.
Ia menilai investasi tersebut lebih menguntungkan dibandingkan penerapan biaya pelayaran. Meski demikian, sebelumnya menganggap Amerika Serikat berhak memperoleh kompensasi atas perlindungan terhadap Selat Hormuz.
Pengumuman tersebut disampaikan di tengah upaya Iran menegaskan klaim kedaulatannya atas Selat Hormuz. Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi, Trump mengatakan para pemimpin negara-negara Teluk ingin untuk berinvestasi di Amerika Serikat.
Ia juga menyatakan sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan. Namun, Iran membatalkannya dan memilih melancarkan serangan lebih dahulu sehingga memicu eskalasi militer terbaru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....