Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 28 Orang, Lukai 71 Lainnya
- 14 Jul 2026 08:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kebakaran hebat yang melanda Bar Rong Beer Na Lat Phrao di Distrik Chatuchak, Bangkok, menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 71 lainnya pada Minggu 12 Juli 2026. Polisi menduga sebagian besar nyawa korban melayang akibat menghirup asap saat berusaha menyelamatkan diri.
Hingga Senin malam, 25 korban masih dirawat dalam kondisi kritis, 14 lainnya mengalami luka sedang, dan 32 orang luka ringan. Pemilik bar juga masih menjalani perawatan intensif.
Api muncul dari area dekat panggung ketika bar dipadati pengunjung. Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar ke seluruh ruangan, memutus aliran listrik, mengepung ratusan orang di tengah kepulan asap pekat.
Tim pemadam kebakaran yang menerima laporan sesaat setelah tengah malam berhasil mengendalikan api sekitar 30 menit kemudian. Namun, kondisi di dalam bangunan sudah dipenuhi korban.
Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Kitrat Panphet, mengatakan petugas menemukan sebagian besar korban meninggal di toilet. Ruangan itu diduga menjadi tempat berlindung para pengunjung yang gagal menemukan jalan keluar.
"Sebagian besar korban ditemukan di toilet. Saat kebakaran terjadi mereka panik. Lampu juga padam," kata Kitrat dikutip dari BBC, Senin 13 Juli 2026.
Direktur Dinas Pencegahan dan Mitigasi Bencana Bangkok, Suriyachai Raviwan, mengatakan indikasi awal menunjukkan mayoritas korban meninggal akibat menghirup asap. Hasil tersebut masih bersifat sementara karena penyelidikan forensik masih berlangsung.
Penyidik juga menelusuri penyebab munculnya api. Dugaan sementara mengarah pada hubungan arus pendek pada unit pendingin ruangan yang berada di dekat panggung.
Gubernur Bangkok, Chatchart Sittipunt, mengatakan material dekorasi di langit-langit bar diduga mempercepat penyebaran api. Aparat juga menyelidiki laporan adanya korban yang ditemukan tak sadarkan diri di sekitar pintu darurat, yang memunculkan dugaan jalur evakuasi tidak dapat digunakan secara optimal.
"Kami belum dapat memastikan penyebabnya. Semua akan dibuktikan melalui pemeriksaan forensik," kata Chatchart.
Kesaksian para penyintas menggambarkan kepanikan yang terjadi di dalam bar. Kaew-udon Poungppany, warga Laos berusia 24 tahun, mengaku berusaha menyelamatkan adiknya yang terjebak di dalam gedung.
"Saya mengambil alat pemadam kebakaran dan menyemprotkannya ke arah pintu. Tetapi saya tidak bisa masuk lebih jauh. Saya hanya mendengar orang-orang berteriak," ujarnya.
Penyintas lain, Usa Tadsree, selamat karena sedang berada di luar gedung untuk merokok saat api mulai membesar. Menurut dia, ledakan terdengar sesaat sebelum kobaran api melahap bangunan.
"Terdengar ledakan yang sangat cepat. Setelah itu tidak ada jalan keluar," katanya.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengatakan seorang musisi yang tampil saat kejadian mendengar suara ledakan sebelum para pengunjung berhamburan menyelamatkan diri. Banyak korban justru berlari ke bagian belakang gedung dan bersembunyi di toilet.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....