Topan Bavi Ancam Jepang Selatan dan Taiwan, Ribuan Warga Mulai Dievakuasi
- 11 Jul 2026 09:19 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Jepang meningkatkan kewaspadaan setelah Topan Bavi bergerak mendekati wilayah kepulauan terpencil di bagian barat daya negara tersebut pada Jumat, 10Juli 2026. Badai berukuran besar itu diperkirakan membawa ancaman serius berupa angin berkecepatan tinggi, hujan ekstrem, banjir, hingga potensi longsor yang dapat menjadi salah satu bencana topan terparah di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Topan Bavi diketahui bergerak menuju Kepulauan Sakishima, wilayah Jepang yang berada dekat dengan Taiwan. Saat mendekat, badai tersebut tercatat memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 162 kilometer per jam. Kondisi itu membuat masyarakat setempat mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari memperkuat bangunan hingga mengamankan fasilitas usaha.
Gangguan akibat badai juga mulai dirasakan sektor transportasi. Sejumlah maskapai membatalkan puluhan penerbangan di kawasan terdampak, termasuk jadwal penerbangan yang direncanakan berlangsung pada Sabtu.
Di Pulau Ishigaki, salah satu kawasan wisata dalam Kepulauan Sakishima, warga mulai membeli persediaan kebutuhan sehari-hari sebagai langkah antisipasi. Beberapa toko bahkan mengalami peningkatan pembelian hingga stok makanan tertentu, seperti mi instan, habis dari rak penjualan.
Sejumlah fasilitas publik di kawasan pesisir, termasuk pantai, taman tepi laut, dan layanan kapal feri, memilih menghentikan sementara operasionalnya demi mengurangi risiko keselamatan akibat kedatangan badai.
Pemilik usaha penyewaan sepeda di Ishigaki, Hiroshi Nomura, mengatakan dirinya telah melakukan berbagai langkah perlindungan terhadap tokonya. Ia mengaku tetap merasa khawatir karena informasi mengenai kekuatan Topan Bavi menunjukkan badai tersebut berpotensi membawa dampak besar.
“Saya mendengar badai kali ini akan cukup besar. Saya sedikit khawatir apakah persiapan menghadapi topan yang kami lakukan sudah cukup,” ujar Hiroshi Nomura.
Selain jaring pelindung angin, warga dan pelaku usaha di Ishigaki juga terlihat memasang perekat pada kaca jendela untuk mengurangi risiko kerusakan akibat terpaan angin kuat.
Dampak Topan Bavi juga membuat Taiwan mengambil langkah pencegahan. Pemerintah setempat menutup aktivitas pasar keuangan sementara, sementara sejumlah wilayah di bagian utara dan timur memberlakukan penghentian kegiatan kerja.
Pemerintah Kota Taipei turut menyediakan lokasi distribusi karung pasir bagi masyarakat sebagai persiapan menghadapi kemungkinan banjir akibat curah hujan tinggi.
Walaupun pusat badai diperkirakan tidak melewati daratan Taiwan, Topan Bavi tetap berpotensi membawa hujan dalam jumlah besar. Beberapa wilayah diprediksi dapat menerima curah hujan hingga satu meter sejak Jumat malam.
Pemerintah Taiwan melaporkan lebih dari 1.000 warga telah dipindahkan dari daerah rawan, terutama kawasan pegunungan di pesisir timur. Selain itu, hampir 29.000 personel militer disiapkan untuk membantu proses evakuasi maupun penanganan bencana.
Presiden Taiwan Lai Ching-te menyampaikan bahwa meskipun kekuatan topan mengalami sedikit penurunan, ukuran badai yang luas tetap berpotensi menyebabkan angin kencang dan hujan deras di berbagai wilayah.
Maskapai penerbangan Taiwan juga membatalkan seluruh penerbangan dari Bandara Internasional Taoyuan pada Sabtu sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi cuaca buruk.
Sementara itu, perusahaan pembuat chip terbesar dunia, TSMC, menunda pengumuman laporan penjualan bulan Juni yang semula dijadwalkan pada Jumat menjadi Senin.
Setelah melewati wilayah Jepang dan Taiwan, Topan Bavi diperkirakan bergerak menuju wilayah China timur dan mendarat di sekitar Kota Wenzhou pada Sabtu malam. Kota tersebut diketahui memiliki populasi sekitar 10 juta jiwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....