Reaksi Dunia atas Pembukaan Kembali Selat Hormuz
- 18 Apr 2026 14:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran komersial oleh Iran dan Amerika Serikat, namun situasi di lapangan masih menyisakan ketidakpastian.
- Negara-negara seperti Prancis dan Inggris menginisiasi pertemuan internasional di Paris yang menghasilkan dukungan terhadap kebebasan pelayaran serta rencana misi multinasional untuk menjaga keamanan.
- Respons global cenderung positif namun hati-hati, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut langkah ini sebagai sinyal baik, sementara pasar minyak dunia turun seiring harapan stabilitas pasokan energi.
RRI.CO.ID, Teheran - Dunia memberikan beragam respons atas pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Jalur ini berperan penting dalam perdagangan energi global, sehingga pembatasan sebelumnya sempat memicu lonjakan harga minyak dunia.
Iran dan Amerika Serikat sama-sama menyatakan bahwa selat tersebut telah dibuka untuk pelayaran komersial. Meski demikian, situasi di lapangan masih menyisakan ketidakpastian, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, 18 April 2026.
Sejumlah negara merespons perkembangan ini dengan hati-hati. Prancis dan Inggris menggelar pertemuan internasional di Paris yang diikuti sekitar 40 negara untuk membahas keamanan navigasi di kawasan tersebut.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk mendukung kebebasan pelayaran. Selain itu, pertemuan ini juga menghasilkan rencana pembentukan misi multinasional yang bersifat defensif guna menjaga stabilitas jalur tersebut.
Dukungan internasional terus mengalir dengan berbagai bentuk kontribusi. Prancis menolak pembatasan atau tarif, sementara Jerman menyatakan kesiapan untuk membantu melalui dukungan intelijen dan pembersihan ranjau.
Finlandia menekankan pentingnya solusi diplomatik jangka panjang, sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut pembukaan selat sebagai langkah positif. Di sisi lain, Organisasi Maritim Internasional masih melakukan verifikasi terkait kondisi keamanan dan kebebasan navigasi di wilayah tersebut.
Perusahaan pelayaran global pun tetap bersikap hati-hati dengan menilai risiko sebelum memutuskan melintas. Beberapa operator bahkan memilih menunda pelayaran demi menjaga keselamatan kru dan kargo.
Meski ketidakpastian masih membayangi, pasar merespons positif perkembangan ini. Harga minyak dunia tercatat menurun seiring meningkatnya harapan bahwa stabilitas pasokan energi global akan segera pulih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....