Saham Nintendo Turun, Kekhawatiran Switch 2

  • 04 Feb 2026 15:20 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Saham Nintendo terkoreksi turun hingga 11 persen pada Rabu, 4 Februari 2026, dipicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan momentum penjualan konsol gim terbarunya, Switch 2.


Dilansir dari CNA, Perusahaan gim yang bermarkas di Kyoto itu sebelumnya melaporkan kinerja penjualan Switch 2 yang solid selama periode belanja akhir tahun. Meski demikian, perangkat tersebut dinilai belum ditopang oleh kehadiran gim unggulan berskala besar yang mampu mengerek minat pasar secara signifikan.

Nintendo, yang dikenal sebagai pengembang waralaba “Super Mario”, tetap mempertahankan target kinerja keuangan dan penjualan perangkat keras tahunannya. Namun, sikap tersebut justru dipersepsikan pasar sebagai sinyal yang kurang menggembirakan.

Analis Jefferies, Atul Goyal, menilai pencapaian Switch 2 memang impresif karena mencatat rekor penjualan, tetapi belum cukup kuat untuk disebut luar biasa. Penilaian itu disampaikan dalam laporan kepada kliennya.

Sebelumnya, optimisme pasar terhadap penerus konsol Switch sempat mengangkat harga saham Nintendo ke level tertinggi sepanjang sejarah pada tahun lalu. Namun sejak November, pergerakan sahamnya cenderung melemah.

Performa awal Switch 2, yang mulai dipasarkan pada Juni, dianggap sangat menentukan dalam membangun basis pengguna demi menjaga daya saing platform tersebut dalam jangka panjang.

Menurut Goyal, fase pertumbuhan konsol tersebut masih berada di tahap awal dan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

Sebagai catatan, Nintendo berhasil mempertahankan daya tarik Switch generasi pertama melalui kehadiran judul-judul sukses, termasuk dua seri utama dari waralaba “The Legend of Zelda”.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati potensi tekanan terhadap margin keuntungan akibat kenaikan harga chip memori. Nintendo menyatakan lonjakan harga tersebut belum berdampak berarti pada kinerja keuangan tahun ini, namun berpotensi menjadi tantangan apabila tren kenaikan berlanjut dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....