Generasi Muda Dominasi Korban, Keselamatan Berlalu Lintas Ditekankan
- 16 Jul 2026 15:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan generasi muda menjadi perhatian berbagai pihak di Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut mendorong penguatan edukasi keselamatan agar budaya tertib berlalu lintas dapat terbentuk sejak usia sekolah.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja NTT, Sumantri Muhammad Baswan, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa, 2 Juli 2026. Ia mengatakan sebagian besar korban kecelakaan berada pada usia produktif sehingga upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Yang perlu ditekankan adalah kesadaran bahwa jalan digunakan bersama dan setiap pengguna jalan wajib mematuhi aturan lalu lintas. Jangan mengemudi saat mengantuk ataupun setelah mengonsumsi minuman beralkohol," kata Sumantri.
Ia menjelaskan, Jasa Raharja bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan rutin melaksanakan sosialisasi di sekolah, pelatihan pertolongan pertama melalui Program PPGD, serta kampanye penggunaan helm berstandar SNI kepada berbagai komunitas.
Sementara itu, pelajar Ober Snae menilai perilaku berkendara anak muda masih perlu mendapat perhatian. Menurutnya, kebiasaan melaju dengan kecepatan tinggi, tidak menggunakan helm, dan mengikuti balap liar masih menjadi penyebab utama kecelakaan.
"Patroli dan edukasi di sekolah maupun kampus perlu lebih sering dilakukan agar generasi muda semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas," ujar Ober.
Melalui kolaborasi pemerintah, kepolisian, Jasa Raharja, sekolah, dan masyarakat, diharapkan budaya keselamatan berlalu lintas di Nusa Tenggara Timur semakin kuat. Dengan demikian, angka kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan pengguna jalan semakin terjamin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....