Pemprov Kepri Bangun Dua SMK Baru Demi Perluas Akses Pendidikan Batam

  • 14 Jul 2026 11:02 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat sektor pendidikan vokasi dengan membangun dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di Kota Batam. Gubernur Kepri Ansar Ahmad secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMKN 13 di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, dan SMKN 14 di Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji, Senin (13/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sekolah kejuruan.

Prosesi peletakan batu pertama dipusatkan di lokasi pembangunan SMKN 13 Batam dan dihadiri Wakil Ketua III serta anggota DPRD Provinsi Kepri, Tim Percepatan Pembangunan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Wali Kota Batam, pengawas dan kepala sekolah SMA/SMK, serta tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW di Kelurahan Tanjung Buntung. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pengembangan pendidikan vokasi di Batam.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad mengatakan pembangunan dua sekolah baru ini bertujuan memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus mengatasi membludaknya jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Menurutnya, Batam sebagai kawasan industri membutuhkan lebih banyak lulusan sekolah kejuruan yang siap memasuki dunia kerja dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

SMKN 13 Batam dibangun di atas lahan seluas 7.360 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp4,1 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Kepri Tahun 2026. Tahap awal pembangunan meliputi enam ruang kelas, satu ruang praktik siswa, ruang kepala sekolah, dan fasilitas toilet dalam bangunan satu lantai. Meski demikian, struktur pondasinya telah dirancang untuk bangunan tiga lantai sehingga dapat dikembangkan sesuai kebutuhan di masa mendatang. Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah ini selesai dan diresmikan pada November 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa pembangunan SMKN 13 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Batam dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kecamatan Bengkong. Meski gedung permanennya masih dibangun, proses belajar mengajar telah dimulai dengan jumlah 480 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar. Saat ini kegiatan pembelajaran masih menginduk di SMAN 8 Batam dengan tiga program keahlian, yaitu Teknik Pengelasan, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Teknik Elektronika Industri.

Selain membangun dua sekolah baru, Pemprov Kepri juga menyiapkan strategi konversi sejumlah SMA menjadi SMK guna menyesuaikan kebutuhan pendidikan di daerah. Gubernur Ansar mengungkapkan bahwa sekitar 62 persen lulusan SMP di Kepri, khususnya di Batam, lebih memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan. Oleh karena itu, SMAN 18 Tembesi Sagulung dan SMAN 29 Tiban Sekupang direncanakan akan diubah statusnya menjadi SMKN 15 dan SMKN 16 sebagai bagian dari upaya memperluas daya tampung pendidikan vokasi.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan komposisi pendidikan menengah mencapai 70 persen SMK dan 30 persen SMA. Kebijakan ini diharapkan mampu mencetak lebih banyak lulusan yang memiliki kompetensi teknis, berkarakter, serta siap bersaing di dunia kerja. Dengan pertumbuhan sektor manufaktur, galangan kapal, elektronika, logistik, dan jasa di Batam yang terus meningkat, keberadaan sekolah kejuruan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung penyediaan tenaga kerja terampil sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Kepulauan Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....