Komisi IV DPR RI Minta Kalsel Waspadai El Nino Dengan Perkuat Ketahanan Pangan

  • 05 Jul 2026 13:55 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menurunkan produktivitas pertanian dan peternakan menjadi perhatian serius Komisi IV DPR RI. Kalimantan Selatan diminta memperkuat langkah mitigasi guna menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, saat Kunjungan Kerja Spesifik di Balai Veteriner Banjarbaru, Jumat 3 Juli 2026.

Menurutnya, berdasarkan prakiraan BMKG, Kalimantan Selatan termasuk wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal pada musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan, karhutla, hingga penurunan hasil pertanian dan peternakan.

"Kondisi ini membutuhkan langkah mitigasi yang cepat, terintegrasi, dan berbasis data agar dampaknya dapat ditekan," ujarnya.

Ia menegaskan, posisi Kalimantan Selatan sebagai daerah dengan indeks ketahanan pangan tertinggi di Indonesia. Sekaligus penyangga pasokan pangan bagi Pulau Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat upaya antisipasi El Nino menjadi sangat penting.

Di sektor pertanian, Komisi IV DPR RI mendorong optimalisasi sistem irigasi, pemanfaatan lahan rawa dan lebak, penyediaan benih tahan kekeringan, ketersediaan pupuk. Hingga penguatan penyerapan hasil panen dan cadangan pangan pemerintah.

Sementara di sektor peternakan, pemerintah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau panjang yang dapat memicu stres panas pada ternak. Serta meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan menular strategis dan zoonosis.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan Balai Veteriner Banjarbaru memiliki peran strategis. Yaitu sebagai laboratorium rujukan kesehatan hewan bagi lima provinsi di Kalimantan.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, antara lain penyediaan hijauan pakan tahan kekeringan, pembangunan lebih dari 800 bank pakan. Juga penyediaan obat, vitamin, vaksin, penerapan biosekuriti, serta penguatan pengendalian penyakit hewan.

"Kami optimistis dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, ketahanan pangan, khususnya protein hewani, tetap dapat terjaga meski menghadapi ancaman El Nino," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....