Pemprov Kalsel Bentuk Satgas Baru, Antisipasi Karhutla jelang Puncak Kemarau

  • 11 Jun 2026 09:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membentuk. Serta memperbarui struktur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla menjelang musim kemarau 2026.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Satgas Karhutla yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Pada acara yang berlangsung di Aula Mako Polda Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu 10 Juni 2026.

Muhidin mengatakan pembaruan struktur satgas diperlukan agar penanganan karhutla lebih efektif menghadapi potensi kebakaran yang meningkat saat musim kemarau.

"Posisi Satgas Karhutla yang ada sekarang ini strukturnya sudah lama, sehingga perlu diperbarui. Saya minta kepada satgas yang baru nantinya untuk menginventarisasi berbagai kendala di lapangan. Serta merumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya Karhutla," kata Muhidin.

Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Untuk itu, Gubernur meminta seluruh anggota satgas segera melakukan pendataan dan pengecekan kesiapan personel maupun peralatan. Muhidin juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas.

"Saat ini cuaca cukup panas. Saya minta masyarakat jangan membakar sembarangan. Kalau selesai membersihkan lahan, sampahnya lebih baik dikubur saja dan jangan dibakar karena sangat berpotensi menimbulkan titik api yang bisa menyebar ke tempat lain," ujarnya.

Selain itu, Gubernur meminta aparat kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan sesuai aturan yang berlaku. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melaporkan hingga saat ini terdapat 1.137 titik panas yang terpantau di Kalimantan Selatan.

Dari jumlah tersebut, tercatat 25 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 41,39 hektare. Di sisi lain, Kapolda Kalsel, Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan rapat koordinasi ini menjadi langkah antisipatif menghadapi ancaman karhutla yang diperkirakan meningkat memasuki musim kemarau.

BMKG memprediksi sebagian wilayah Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau pada Juli mendatang, dengan periode kemarau berlangsung sekitar enam bulan. Karena itu, sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Banua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....