Kalsel Siap Bangun Layanan Kedokteran Nuklir, Diagnosa Penyakit Lebih Akurat

  • 28 Jun 2026 14:06 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan pembangunan Gedung Layanan Kedokteran Nuklir yang akan terintegrasi dengan Pusat Layanan Jantung Terpadu di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh. Lahan seluas sekitar satu hektare telah disiapkan. Dengan usulan pembangunan direncanakan pada 2027 dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, mengatakan kehadiran layanan kedokteran nuklir menjadi salah satu upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Banua. Hal ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan pemeriksaan maupun terapi tertentu.

"Fasilitas ini nantinya bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat. Kami juga menyiapkan penginapan bagi pasien dan keluarga yang menjalani pengobatan. Yang terpenting, layanan ini dapat diakses masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan," katanya.

Menurut Muhidin, pengembangan layanan tersebut menjadi investasi jangka panjang di bidang kesehatan. Sekaligus memperkuat posisi RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh sebagai rumah sakit rujukan di Kalimantan Selatan.

Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda, menyebut pembangunan layanan kedokteran nuklir merupakan lompatan besar dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan. "Kami telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung operasional layanan kedokteran nuklir. Kehadiran fasilitas ini akan memperkuat kemampuan rumah sakit dalam mendeteksi berbagai penyakit secara lebih dini dan akurat," ucapnya.

Layanan kedokteran nuklir memanfaatkan radiofarmaka untuk membantu diagnosis maupun terapi sejumlah penyakit, seperti kanker, gangguan jantung, hingga kelainan organ lainnya. Teknologi ini mampu memberikan gambaran fungsi organ secara lebih detail dibandingkan pemeriksaan konvensional.

Keberadaan fasilitas tersebut juga akan melengkapi layanan CT Scan berteknologi tinggi yang telah dimiliki Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sehingga diharapkan pelayanan diagnostik menjadi semakin komprehensif dan masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh layanan kedokteran nuklir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....